Stasiun Pekalongan Tunggu KA Anggrek Berhenti Lagi, DPR Surati Dirut KAI

Sabtu 26-09-2026,10:12 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

PEKALONGAN, diswayjateng.id — Ada kabar baru bagi penumpang kereta api di Pekalongan. Layanan KA Anggrek, yang sebelumnya dikenal sebagai KA Argo Bromo Anggrek, diharapkan kembali berhenti di Stasiun Pekalongan mulai November 2026.

Kabar tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier. Ia mengatakan, permohonan agar kereta relasi Jakarta-Surabaya itu kembali berhenti di Pekalongan telah disampaikan kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Menurut Rizal, permohonan tersebut mendapat respons positif dari pimpinan KAI. Ia pun menyebut ada harapan layanan pemberhentian KA Anggrek kembali tersedia di Stasiun Pekalongan mulai November 2026.

“Surat permohonan sudah saya sampaikan ke Dirut KAI. Tanggapan Dirut PT KAI bagus, InsyaAllah mulai November 2026 akan berhenti lagi Kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pekalongan,” kata Rizal dalam keterangannya, Sabtu pagi 26 September 2026.

BACA JUGA: Urus Peralihan Sertifikat Tanah di Kota Pekalongan Kini Ditarget Rampung 10 Hari, Ini Skemanya

BACA JUGA: Tiga Bocah Diamankan Warga usai Motor Nyaris Dicuri di Paninggaran Pekalongan

Pernyataan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah Rizal sebelumnya menyampaikan aspirasi terkait pemberhentian kereta tersebut dalam rapat bersama jajaran PT KAI.

Rizal menyoroti layanan kereta yang menurut keterangannya tidak lagi berhenti di Stasiun Pekalongan sejak Februari 2025. Ia menyebut persoalan tersebut juga menjadi masukan masyarakat di daerah pemilihannya.

Bagi Rizal, Pekalongan memiliki posisi penting dalam mobilitas masyarakat di kawasan Pantura. Karena itu, ia meminta agar Stasiun Pekalongan kembali menjadi salah satu titik pemberhentian layanan KA Anggrek.

“Dulu berhenti, Pak, di Pekalongan, tapi mulai Februari 2025 itu di-stop,” ujar Rizal dalam rapat tersebut.

BACA JUGA: Hendak Tawuran di Wonokerto Pekalongan, Empat Remaja Diamankan Warga

BACA JUGA: Lazismu Pekalongan Terima Donasi NTT Rp10,2 Juta dari KSPPS BTM

Rizal mengatakan, masyarakat kemudian mempertanyakan alasan tidak lagi berhentinya kereta tersebut di Pekalongan. Menurut dia, akses kereta api menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota.

“Pekalongan, Pak, Dapil saya dan Bang Doni (Doni Akbar Golkar). Itu pusatnya di situ, Pak,” kata Rizal.

Ia juga menyebut Pekalongan memiliki keterhubungan dengan sejumlah daerah tujuan perjalanan masyarakat, termasuk kawasan wisata di Jawa Tengah.

Kategori :