Godok Mental Atlet, Biliar Batang Targetkan 2 Emas Porprov Jateng

Jumat 25-09-2026,12:16 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

Meski demikian, POBSI Batang belum menjalankan program pengenalan biliar secara langsung ke sekolah-sekolah. Salah satu pertimbangannya adalah kebutuhan biaya yang relatif besar untuk menjalankan olahraga tersebut.

"Kalau ke sekolah-sekolah kita belum. Karena untuk biaya biliar sendiri agak lumayan tinggi," ujarnya.

 

Persiapan Fisik hingga Finansial

 

Menuju Porprov, POBSI Batang tidak hanya menyiapkan kemampuan teknis atlet. Arifudin menyebut persiapan fisik, latihan teknik, hingga dukungan finansial menjadi bagian penting dalam pembinaan.

"Yang jelas kita nomor satu persiapan fisik. Yang kedua persiapan latihan teknik dan lain-lain. Yang ketiga persiapan finansial," kata Arifudin.

Menurut dia, kebutuhan biaya dalam olahraga biliar cukup besar karena atlet membutuhkan tempat latihan dan peralatan khusus. 

Biaya penggunaan meja dihitung berdasarkan waktu, sedangkan perlengkapan biliar juga memiliki harga yang beragam.

Ia menyebut sejumlah perlengkapan bahkan dapat mencapai harga sekitar Rp10 juta. Karena itu, pengurus perlu memperhitungkan kebutuhan atlet secara lebih serius.

"Saya ibaratkan atlet itu harus benar-benar dikopeni," ujarnya.

Persoalan sarana latihan juga masih menjadi tantangan. POBSI Batang saat ini memiliki satu meja biliar yang berada di GOR Abirawa.

Namun, satu meja tersebut belum mencukupi kebutuhan latihan enam atlet yang dipersiapkan menuju Porprov. Akibatnya, para atlet lebih sering menjalani latihan di tempat lain.

Pelatih tim biliar Batang, Dedi Handoko, mengatakan pemusatan latihan atau training camp (TC) dilakukan di dua lokasi utama, yakni Merdeka dan GSC Batang.

Selain itu, tim juga sesekali berlatih di Srondol, Semarang. Latihan di tempat tersebut dilakukan karena tim membutuhkan meja jenis tertentu, termasuk meja untuk nomor bola tiga yang tidak memiliki lubang.

"Kalau Srondol itu karena kita tidak punya meja Carom. Jadi ketika TC kita harus mencoba ke sana. Mungkin sebulan bisa dua kali. Cuma semua kembali ke biaya," kata Dedi.

Kategori :