“Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur’an justru dimulai setelah kemeriahan ini,” tuturnya.
BACA JUGA:Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 Puji Pelayanan Jateng, dari Transportasi hingga Keramahan Warga
BACA JUGA:Ribuan Kafilah MTQ Nasional Diajak Jelajah Semarang, dari Lawang Sewu hingga Desa Wisata Kandri
Menag kemudian menyampaikan empat arah pengembangan MTQ ke depan. Pertama, MTQ perlu berkembang dari sekadar perlombaan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur’an.
Pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, penulis, dan kaligrafer harus berlangsung secara terencana dan berkelanjutan serta tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
Kedua, MTQ harus semakin inklusif. Pengembangan cabang bagi penyandang disabilitas perlu diikuti dengan perluasan akses terhadap tenaga pengajar, metode pembelajaran, serta fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas.
“Begitu juga dengan metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas,” tegas Menag.
BACA JUGA:12 Peserta dari Delapan Provinsi Bersaing di Semifinal KTIQ MTQ Nasional XXXI
Ketiga, generasi Qurani perlu menguasai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tanpa kehilangan integritas dan kompas moral.
“Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan, dakwah, dan akses pengetahuan, dengan tetap mewaspadai disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital,” tuturnya.
Keempat, MTQ diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menag mengatakan penyelenggaraan MTQ turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM, hingga industri kreatif.
Berdasarkan perhitungan Pemprov Jawa Tengah dan BPS yang disampaikan dalam acara penutupan, perputaran ekonomi selama penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
BACA JUGA:MTQ Nasional XXXI Hadirkan Cabang Tartil Alquran Isyarat bagi Peserta Tuli
BACA JUGA:Job Fair MTQ Nasional XXXI 2026, 45 Pencari Kerja Disabilitas Antusias Cari Peluang Kerja
“Ini menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Menag.