Status Gunung Merapi Siaga, BPPTKG : Berpotensi Memicu Terjadi Awan Panas Guguran

Jumat 11-09-2026,19:35 WIB
Reporter : Erna Yunus Basri
Editor : M. Fatkhurohman

Ari menambahkan, pada periode pengamatan tersebut tercatat 16 kali gempa guguran, 14 kali gempa hybrid/fase banyak, dan tiga kali gempa vulkanik dangkal.

BACA JUGA: Polres Boyolali Tekankan Pelajar Tidak Mudah Terprovokasi Ajakan Tawuran

BACA JUGA: Gunung Merapi Erupsi Semburkan Awan Panas 2.000 Meter, Warga Magelang Diminta Waspada

Sehari sebelumnya, pada Kamis 10 September 2026, BPPTKG juga mencatat 14 kali guguran lava ke arah barat menuju Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Selain itu, teramati empat kali guguran lava ke arah barat, yakni menuju Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

"Potensi bahaya guguran lava dan awan panas berada di sejumlah sektor. Pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer," imbuhnya. 

BACA JUGA: Badan Geologi Undang Lima Daerah Evaluasi Aktifitas Gunung Merapi

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

BPPTKG menegaskan tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Kategori :