Aktivitas Gunung Merapi Berpotensi Berbahaya, BPPTKG : Lima Kali Guguran Lava

Aktivitas Gunung Merapi Berpotensi Berbahaya, BPPTKG : Lima Kali Guguran Lava

AKTIVITAS : Aktivitas Gunung Merapi berpotensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG), Kamis 22 Oktober 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

BOYOLALI, diswayjateng.id –Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), melaporkan sebanyak lima kali guguran lava teramati meluncur ke arah barat daya, pada Kamis 22 Oktober 2026. 

Guguran lava teramati meluncur dengan jarak maksimum mencapai 1.500 meter. Kondisi ini menunjukkan, aktivitas Gunung Merapi masih berpotensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan berdasarkan laporan pengamatan periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

"Status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III atau Siaga, sehingga kami mengingatkan masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Merapi agar selalu mewaspadai potensi guguran lava dan perubahan aktivitas gunung tersebut," kata Ari Wahyu Prabowo. 

BACA JUGA: 1,6 Hektare Hangus, Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Merapi

BACA JUGA: Guna Memenuhi Kebutuhan Air Bersih, Warga Lereng Gunung Merapi Terpaksa Menjual Hewan Ternak

Ia jiga mengingatkan, jika kondisi yang sering terjadi pada musim kemarau yaitu kebakaran. Untuk itu, ia kembali mengingatkan warga agar tidak membakar ranting pohon di kawasan lereng Merapi. 

Sementara, dalam laporan BPPTKG, kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau cerah dengan angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara tercatat berkisar 16,5–19 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 85–86,2 persen.

"Secara visual, gunung terlihat jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 25 meter di atas puncak kawah," ujarnya. 

BACA JUGA: Aktivitas Gunung Merapi Terkini : 16 Kali Gempa Guguran, 14 Gempa Hybrid, 3 Kali Vulkanik

BACA JUGA: Status Gunung Merapi Siaga, BPPTKG : Berpotensi Memicu Terjadi Awan Panas Guguran

Aktivitas Kegempaan

Lebih jauh Ari menerangkan, aktivitas kegempaan selama enam jam pengamatan menjadi bagian dari pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang dilakukan BPPTKG.

Dimana, aktivitas kegempaan meliputi 12 kali gempa guguran, dua kali tremor nonharmonik, dan satu kali gempa frekuensi rendah. 

Bahkan, terjadi juga 14 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait