Status Gunung Merapi Siaga, BPPTKG : Berpotensi Memicu Terjadi Awan Panas Guguran

Status Gunung Merapi Siaga, BPPTKG : Berpotensi Memicu Terjadi Awan Panas Guguran

AKTIVITAS : Aktivitas Gunung Merapi pada Juli 2024 silam. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--

BOYOLALI, diswayjateng.id - Status Gunung Merapi saat ini berada di level III atau siaga. Dimana, aktivitas Gunung Merapi berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran hingga Jumat 11 September 2026.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo mengatakan, hasil pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan suplai magma ke tubuh gunung masih berlangsung. 

"Dimana, kondisi Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III atau Siaga," kata Ari Wahyu Prabowo. 

Dia memastikan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas terutama pada sektor selatan-barat daya. Hasil pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Sehingga, status Gunung Merapi berdasarkan data yang dirilis BPPTKG adalah Level III atau Siaga. 

BACA JUGA: 'Duel Alatan' Diduga Libatkan Pelajar, Senjata 1,8 Meter Diamankan Satreskrim Polres Boyolali

BACA JUGA: Polres Boyolali Bongkar Komplotan Pembobol Gudang, Rugi Rp136 Juta

"Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ungkapnya. 

Potensi bahaya saat ini, lanjut dia, berupa guguran lava dan awan panas, terutama pada sektor barat daya. Selain guguran lava dan awan panas secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati mencapai ketinggian sekitar 150 meter di atas puncak kawah. 

Dengan seluruh kondisi tersebut, Ari mengimbau masyarakat sekitar Gunung Merapi, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, diminta tidak melakukan aktivitas di daerah yang masuk kawasan potensi bahaya.

BACA JUGA: Tertimpa Teras Rumah Roboh di Klego Boyolali, Tukang Bangunan Alami Cidera Kaki dan Kepala

BACA JUGA: Uang Rp75 Juta Raib, Mobil Warga Boyolali Dibobol Saat Belanja Gula

"Masyarakat kami imbau mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, khususnya ketika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. Kami juga berpesan, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya," terangnya. 

Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Terutama ketika terjadi hujan di seputar Gunung Merapi, masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: