Menurutnya, nilai-nilai tersebut sebenarnya telah diwariskan masyarakat sejak dahulu. Namun, perubahan pola interaksi pada era digital membuat nilai tersebut perlu kembali diperkuat, terutama kepada generasi muda.
“Istilah-istilah itu sebenarnya sudah diajarkan dari dulu. Nah, cuma sekarang ini kan eranya sudah berbeda,” tuturnya.
Warsono menilai nilai menghargai orang lain, mengendalikan ego, hidup berdampingan, serta bekerja sama tetap relevan meski masyarakat memasuki era digital.
Melalui gagasan Gen Z Peace, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi sasaran edukasi mengenai kerukunan. Mereka juga diharapkan menjadi bagian dari regenerasi forum toleransi dan ikut membangun komunikasi lintas kelompok di tengah masyarakat.
“Karakter-karakter seperti itu yang harus tetap kita ajarkan,” tutupnya.