“Jadi kita akan mulai UHC pada akhir tahun 2026 ini. Masyarakat bisa kembali menikmati layanan berobat gratis dengan menggunakan KTP,” kata Faiz.
Rencana tersebut menjadi bagian dari fokus pemerintah daerah terhadap pelayanan dasar. Kebijakan kesehatan itu berjalan bersamaan dengan peningkatan belanja modal dalam rancangan perubahan APBD Kabupaten Batang 2026.
Dalam rancangan perubahan APBD, belanja daerah Kabupaten Batang mencapai Rp1,95 triliun. Nilai tersebut meningkat Rp62,31 miliar atau sekitar 3,3 persen dibandingkan APBD awal.
Belanja modal juga direncanakan naik menjadi Rp240,85 miliar. Angka itu meningkat Rp84,64 miliar atau 54,18 persen dibandingkan penetapan awal sebesar Rp156,21 miliar.
Kenaikan belanja modal terutama diarahkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dasar. Pemerintah daerah antara lain mengalokasikan tambahan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta infrastruktur irigasi.
Di sisi lain, rencana UHC menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan kesinambungan pembiayaan. Pemerintah daerah bukan hanya harus memastikan program dapat dimulai, tetapi juga menjaga agar masyarakat tidak kembali kehilangan akses ketika kebijakan anggaran berubah.
Di titik inilah dukungan Gerindra dan PDI Perjuangan menjadi menarik. Berbeda kendaraan politik, tetapi untuk urusan akses kesehatan masyarakat, kedua partai tersebut justru menunjukkan suara yang relatif sama.
Benny dari Gerindra menekankan pelayanan yang tidak membedakan warga kaya dan miskin. Sementara Junaenah dari PDI Perjuangan mendorong UHC dipertahankan hingga tahun-tahun berikutnya.
Dua pernyataan tersebut memperlihatkan satu pesan politik yang sederhana: kalau urusannya berobat, warna partai tampaknya bisa dikesampingkan.
Namun, kekompakan politik itu nantinya akan diuji oleh implementasi. Masyarakat tentu tidak cukup hanya mendengar dukungan dari para wakil rakyat, tetapi membutuhkan kepastian bahwa UHC benar-benar kembali dan layanan kesehatan dapat diakses dengan mudah.
Sebab, bagi warga yang sedang membutuhkan pengobatan, yang paling penting bukan siapa yang paling lantang mengklaim program. Yang mereka butuhkan adalah satu hal: ketika sakit, bisa berobat tanpa dipusingkan biaya dan status kepesertaan.