Akibat Bonggol Jagung Dibakar, Penggilingan Kelapa di Tarub Ludes Dilalap Api

Akibat Bonggol Jagung Dibakar, Penggilingan Kelapa di Tarub Ludes Dilalap Api

PEMADAMAN - Petugas Damkar Kabupaten Tegal berjibaku memadamkan api yang membakar tempat penggilingan kelapa di Desa Karangmangu Kecamatan Tarub, Jumat (4/9/2026) dini hari.--

SLAWI, diswayjateng.id – Kelalaian kecil nyaris berujung petaka. Sebuah bangunan penggilingan kelapa di Desa Karangmangu RT 016 RW 004, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, ludes dilalap api, Jumat (4/9/2026) dini hari.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.02 WIB. Dalam hitungan menit, kobaran api melahap bangunan yang digunakan sebagai tempat penggilingan kelapa tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, bangunan penggilingan kelapa tidak mampu diselamatkan dari amukan si jago merah.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Nawawi mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas Pemadam Kebakaran melalui Call Center 112 sekitar pukul 01.02 WIB.

BACA JUGA:Rumah Warga Jatiwangsan Ludes Terbakar, Bupati Purworejo Langsung Turun Tangan

BACA JUGA:Tekan Angka Laka Lantas, Polda Jateng dan Polres Tegal Turun Gunung Evaluasi Titik Rawan Adiwerna

Mendapat laporan tersebut, petugas Pos Damkar Slawi langsung bergegas menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran.

"Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 01.10 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pengendalian kebakaran," kata Nawawi.

Petugas berjibaku menjinakkan kobaran api agar tidak semakin meluas ke bangunan maupun area di sekitar lokasi. Setelah hampir satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 02.00 WIB.

Dari keterangan saksi di lokasi, api diduga bermula dari aktivitas pembakaran bonggol jagung yang berada di sekitar bangunan penggilingan kelapa. Api kemudian merembet hingga menyambar bangunan penggilingan. Material yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar.

Hasil pemeriksaan awal petugas di lapangan mengarah pada dugaan human error sebagai penyebab kebakaran.

Nawawi menyatakan, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran di sekitar bangunan harus dilakukan hati-hati. Api yang semula kecil dan dianggap aman bisa berubah menjadi bencana ketika tidak diawasi dan dikendalikan dengan baik.

Nawawi mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran, terutama di sekitar bangunan yang memiliki material mudah terbakar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait