REMBANG,diswayjateng.id - Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah menyusul isu panas intervensi proyek rehabilitasi ruang kelas (Revit). Isu ini menyeret dugaan keterlibatan oknum anak pejabat hingga tim sukses (timses) partai politik.
Rencana sidak ini tetap digulirkan legislatif meskipun Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang telah membantah keras isu tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Rembang Muhammad Rofi'i mengatakan, sidak ke sekolah-sekolah penerima manfaat proyek Revit akan dilakukan pada Senin pekan depan. Pihaknya akan menyasar sekolah secara acak.
BACA JUGA: Pasar Kota Rembang Digusur Rata Tanah Desember, Pedagang Dipaksa Angkat Kaki Sebelum 30 November!
BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi TPP Dindikpora Bergulir, Fraksi PDIP Desak Kejari Rembang Bekerja Profesional
"Hari Senin (sidak) diacak, tapi kita prioritaskan yang sudah dilaksanakan," kata Rofi'i saat dikonfirmasi via pesan singkat, Kamis 27 Agustus 2026.
Mengenai bantahan keras dari pihak Dindikpora Rembang, Rofi'i mengaku enggan berspekulasi lebih jauh. Menurutnya, DPRD belum bisa memastikan kebenaran isu tersebut sebelum melihat fakta langsung di lapangan.
"Belum tahu benar tidaknya. Kami belum sidak di lapangan dan belum memanggil dinas pendidikan," tegasnya.
Rofi'i menambahkan, seluruh temuan dari lapangan nantinya akan dievaluasi secara total. Jika ditemukan bukti kuat atau indikasi kecurangan dalam proyek fisik tersebut, DPRD Rembang dipastikan akan memanggil kepala dinas terkait untuk dimintai klarifikasi.
"Rencana setelah sidak kita akan mengevaluasi hasil sidak dan kalau memang ada indikasi-indikasi yang tidak enak, kalau perlu kita memanggil dinas," imbuhnya.
Sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang membantah keras rumor tersebut. Kepala Dindikpora Rembang, Achmad Sholchan, menegaskan bahwa kabar mengenai adanya 'titipan' paket pekerjaan fisik atau intervensi dari lingkaran kekuasaan sama sekali tidak benar.
BACA JUGA: Kenalkan Kuliner Khas di Festival Jateng, Pemkab Rembang Bidik Promosi Kuliner ke Mancanegara
BACA JUGA: Viral Belum Tentu Benar, Diskominfo Tegal Ingatkan Bahaya Hoaks yang Bikin Panik
Sholchan memastikan pelaksanaan program revitalisasi sekolah berjalan transparan dan steril dari intervensi luar. Proyek rehabilitasi tersebut wajib menggunakan mekanisme swakelola murni yang melibatkan tim sekolah, komite, dan wali murid, sehingga tidak boleh dikerjakan oleh kontraktor atau pihak ketiga.
"Sangat tidak benar mas. Sampai saat ini berjalan sesuai dengan regulasi yang ada," kata Sholchan.