CILACAP, diswayjateng.id — Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait kemungkinan terjadinya perubahan politik lebih cepat dari 2029 mendapat sorotan tajam dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Cilacap, Suyatno.
Suyatno menilai pernyataan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi memunculkan kegaduhan serta spekulasi politik di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Suyatno, pernyataan Budi Arie juga patut dipertanyakan karena hubungan antara Presiden Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo selama ini dinilai berjalan baik dan solid.
Ia bahkan menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra Joko Widodo. Karena itu, Suyatno mempertanyakan pertimbangan Budi Arie hingga menyampaikan narasi mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum 2029.
BACA JUGA: Truk Box Hantam Colt Diesel di Pantura Jatisari Batang, Satu Pengemudi Luka
“Saya sangat menyayangkan sekali. Mestinya tidak seperti itu. Saya kira pernyataan-pernyataan beliau ini melukai banyak teman-teman pendukung Pak Prabowo yang notabene masih setia kepada Pak Prabowo,” ujar Suyatno.
Legislator Fraksi Gerindra yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Cilacap tersebut meminta Budi Arie tidak membangun narasi seolah-olah pemerintahan Presiden Prabowo tidak akan bertahan hingga 2029.
Suyatno menegaskan, saat ini pemerintah seharusnya fokus bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan memunculkan spekulasi mengenai agenda politik yang dinilainya masih jauh.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, termasuk isu mengenai aksi demonstrasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.
BACA JUGA: PKL Simpang Lima Dialihkan Saat MTQ Nasional, Pemkot Semarang Siapkan 14 Titik Berjualan
“Untuk itu saya menghimbau kepada semua warga masyarakat sudah tidak usah terpengaruh ataupun terprovokasi. Agar Prabowo fokus untuk kerja dan kerja untuk memperbaiki kita semua dan memperbaiki tata kelola pemerintahan,” katanya.
Suyatno berharap seluruh pihak, terutama para tokoh politik, dapat menjaga setiap pernyataan yang disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan keresahan maupun ketidakpastian di tengah masyarakat.
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintah dapat bekerja secara maksimal dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat dibuat sibuk dengan spekulasi politik,” tegasnya.
Ia menilai stabilitas dan situasi yang kondusif diperlukan agar pemerintahan dapat menjalankan program-programnya serta berfokus pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.