Evaluasi tersebut penting karena persiapan menuju Porprov Jawa Tengah masih membutuhkan sejumlah tahapan. IPSI Batang tidak ingin hasil PUPOC 5 berhenti sebagai catatan prestasi semata.
Ketua Harian IPSI Kabupaten Batang Tarjo membenarkan hasil akhir tiga emas dan satu perak tersebut. Menurutnya, capaian tersebut masih berada di bawah target awal yang ditetapkan tim.
“Emas tiga, perak satu. Belum sesuai target, harusnya empat emas,” kata Tarjo.
Hasil tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai kemampuan atlet menghadapi tekanan pertandingan kompetitif. Setelah PUPOC 5, IPSI Batang langsung menyiapkan agenda uji tanding berikutnya.
Uji tanding tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat mendatang dengan menghadapi tim dari Kotawaringin Barat. Pertandingan uji tanding itu rencananya berlangsung di Kabupaten Batang sebagai bagian persiapan atlet Porprov.
Agenda tersebut diharapkan memberikan pengalaman tambahan sebelum memasuki persaingan resmi Porprov Jawa Tengah. Danang menyebut uji tanding dengan Kotawaringin Barat menjadi kesempatan memperbaiki kekurangan.
Hasil evaluasi dari PUPOC 5 akan menjadi salah satu dasar pembenahan sebelum pertandingan berikutnya. IPSI Batang sebelumnya menyiapkan sembilan atlet untuk diproyeksikan masuk dalam tim Porprov. Namun, enam atlet di antaranya diturunkan dalam PUPOC 5 sebagai bagian dari proses evaluasi.
Dengan hasil tiga emas dan satu perak, IPSI Batang masih memiliki pekerjaan rumah. Terutama memastikan kekurangan yang muncul dalam pertandingan segera diperbaiki melalui program latihan.
Target empat emas yang meleset menjadi alarm bagi tim sebelum menghadapi persaingan Porprov. Bagi IPSI Batang, evaluasi kini menjadi kunci untuk menjaga peluang meraih prestasi lebih tinggi.