Guru di Batang Dilarang Live Medsos Saat Jam Kerja

Kamis 20-08-2026,13:42 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

Guru juga perlu memastikan siswa tetap fokus pada materi, bukan justru beralih ke media sosial atau aktivitas lain.

Untuk siswa, SMP Negeri 1 Batang menerapkan aturan agar mereka tidak membawa gawai ke sekolah.

Pengecualian diberikan apabila perangkat memang diperlukan untuk pembelajaran dan penggunaannya telah mendapatkan izin.

Darsono mengatakan, penggunaan gawai untuk kebutuhan pembelajaran biasanya disampaikan terlebih dahulu kepada siswa. 

Guru kemudian melakukan pengawasan agar perangkat digunakan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Sementara terkait aktivitas media sosial guru saat jam dinas, Darsono menyebut sekolah juga menerapkan pembatasan. 

Ia mengatakan aktivitas bermedia sosial di luar jam kerja tetap diarahkan agar dilakukan secara bijak dan tidak menampilkan konten yang tidak pantas.

“Kalau di luar jam kerja tidak masalah. Tetapi kami tetap membatasi bahwa penggunaannya harus bijak, tidak asal,” kata Darsono.

Menurut dia, guru memiliki tanggung jawab menjaga citra sebagai pendidik, termasuk ketika berada di ruang digital. 

Konten yang berkaitan dengan pembelajaran atau aktivitas positif dinilai lebih tepat dibanding unggahan yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif.

Darsono menambahkan, penggunaan media sosial selama kegiatan mengajar juga dapat mengganggu konsentrasi guru dan siswa. 

Terlebih jika perhatian guru justru tersedot pada kamera, komentar, atau respons pengguna media sosial.

Bambang pun menekankan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu pembelajaran, bukan pengalih perhatian. 

Karena itu, penggunaan gadget oleh pelajar maupun media sosial oleh guru perlu ditempatkan sesuai kebutuhan dan situasi.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa sekolah di Batang tidak sepenuhnya menutup akses terhadap teknologi digital.

 Yang ditekankan adalah penggunaan secara terbatas, terarah, dan tetap berada dalam pengawasan.

Kategori :