Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Supi'ah menghabiskan sekitar 10 kilogram udang. Bahan baku tersebut diperoleh langsung dari nelayan atau juragan setempat.
"Dapatnya langsung dari laut. Ada juragan yang mengantarkan ke sini," ujarnya.
Dari sekitar 10 kilogram udang, Supi'ah menghasilkan sekitar 80 lembar peyek jumbo. Sebagian dijual langsung kepada pembeli yang datang ke lapaknya.
Sebagian lainnya dipasok kepada pedagang sayur dan pasar tradisional. Jangkauan penjualan tersebut membuat peyek buatannya semakin dikenal masyarakat.
Permintaan bahkan bisa meningkat tajam ketika peyeknya ramai diperbincangkan. Kondisi itu pernah terjadi setelah usahanya viral melalui media sosial.
Saat pesanan membludak, kebutuhan udang bisa mencapai 40 kilogram sehari. Bahkan, Supi'ah pernah menghabiskan hingga 50 kilogram udang dalam sehari.
"Kalau sedang ramai pernah sampai menghabiskan 40 kilogram, bahkan pernah 50 kilogram sehari," tuturnya.
Menurut Supi'ah, pelanggan dalam kondisi ramai bisa memesan puluhan peyek sekaligus. Jumlah pesanan bahkan dapat mencapai 50 hingga 100 lembar.
Selain udang laut, Supi'ah juga membuat peyek menggunakan udang tambak. Jenis peyek tersebut memiliki daya simpan yang dinilai lebih lama.
Namun, peyek udang laut tetap menjadi pilihan favorit sebagian besar pelanggan. Rasanya dianggap lebih gurih dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Di balik kerenyahannya, Supi'ah menggunakan perpaduan tepung beras dan tepung pati. Bumbu yang digunakan juga sederhana dan mudah ditemukan di dapur.
Bahan tersebut terdiri atas bawang putih, ketumbar, kencur, garam, dan penyedap rasa. Meski sederhana, perpaduan bahan tersebut menghasilkan peyek bertekstur renyah.
Aroma udang yang kuat menjadi salah satu daya tarik lainnya. Rasa gurihnya membuat peyek jumbo tersebut cocok menjadi lauk maupun camilan.
Namun, bukan hanya rasa yang membuat pembeli tertarik. Ukuran peyek yang tidak lazim menjadi magnet tersendiri bagi pelanggan.
Tak sedikit pembeli sengaja datang untuk mencari peyek berukuran jumbo tersebut. Sebagian lainnya menjadikannya sebagai oleh-oleh khas dari Pekalongan.
Keunikan tersebut membuat peyek udang raksasa Supi'ah memiliki cerita tersendiri. Kuliner sederhana itu mampu bertahan di tengah gempuran makanan modern.