Bioskop dan Kuliner Jadi Juru Selamat PAD Kota Pekalongan Kuartal 2026
Ilustrasi potensi PAD Pemkot Pekalongan-by Gemini ai -
PEKALONGAN, diswayjateng.id - Pemerintah Kota PEKALONGAN melakukan berbagai langkah mengamankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026 ini.
Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Cayekti, mengungkapkan bahwa target raihan PAD tahun ini sengaja dipatok pada angka realistis yaitu sebesar Rp290 miliar.
"Angka PAD Kota Pekalongan itu mengalami sedikit penurunan dari periode sebelumnya karena situasi fiskal," katanya, Sabtu 23 Mei 2026.
Kebijakan pengurangan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) diakui menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya efek domino terhadap penurunan perputaran uang masyarakat dan berpengaruh pada PAD.
BACA JUGA: Gedung Mall Legendaris Era 90-an di Pekalongan Hidup Lagi, Kini Jadi Azko Informa
Belajar dari pengalaman tahun 2025 yang harus terseok-seok mengejar realisasi PAD di akhir tahun, instansi terkait kini mengubah total pola kerja mereka.
Siasat utama yang dilakukan adalah mempercepat proses penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB sejak minggu ketiga di bulan Januari.
"Harapan kami dengan terbit lebih awal bisa memacu kinerja pendapatan dan masyarakat langsung terlayani untuk transaksi BPHTB," ujar Cayekti.
Selain mempercepat administrasi, Pemkot Pekalongan juga meluncurkan program insentif berupa penghapusan denda administratif PBB pada momentum hari jadi April lalu.
BACA JUGA: Inspirasi AlCloth Pekalongan, 100 Persen Jual Celana Kanvas lewat Shopee, Produk hingga Papua
Pihaknya kini tengah merancang formula diskon stimulus pajak baru yang rencananya akan digulirkan bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan nanti.
Di tengah kelesuan beberapa sektor, industri hilir seperti kuliner dan hiburan justru tampil sebagai primadona baru penyumbang pundi-fiskal terbesar kota.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
