Ketua Panitia MPLS SMPN 1 Batang, M Basuki Rahmat, mengungkapkan terdapat sejumlah pembaruan dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya adalah penambahan asesmen psikologis dan emosional sebagai bagian dari pemetaan karakter peserta didik.
Jika tahun lalu hanya terdapat asesmen literasi dan numerasi, kini sekolah juga melaksanakan tes emosional, sosial, serta minat bakat.
Asesmen tersebut dapat dikerjakan menggunakan telepon seluler maupun lembar kertas yang telah disiapkan.
Menurut Basuki, tes itu bukan untuk memberi label kepada siswa. Hasilnya justru menjadi bahan awal bagi guru dalam memahami karakter setiap peserta didik.
"Tes ini bukan menentukan anak itu baik atau tidak. Ini menjadi gambaran awal bagi guru mengenai kondisi emosional, kepribadian, serta minat bakat siswa sehingga sekolah dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat," jelasnya.
Sekolah juga memilih materi pendidikan kebencanaan sebagai materi pilihan dalam MPLS tahun ini. Langkah tersebut dinilai penting agar siswa memahami langkah awal menghadapi situasi darurat apabila terjadi gempa maupun bencana lainnya.
Materi kebencanaan akan disampaikan melalui ceramah klasikal dan media poster. Sekolah belum menjadwalkan simulasi evakuasi karena keterbatasan waktu pelaksanaan MPLS yang hanya berlangsung lima hari.
Sementara itu, pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengukuran tinggi dan berat badan tetap direncanakan bekerja sama dengan puskesmas. Namun pelaksanaannya akan dilakukan setelah MPLS karena keterbatasan jadwal.