Di Rumah, Bupati Batang M Faiz Kurniawan Cuma Mau Dipanggil Ayah

Senin 29-06-2026,13:48 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

BATANG, diswayjateng.id - Kalender Bupati Batang M. Faiz Kurniawan hampir selalu dipenuhi agenda. Namun, ada dua undangan yang tak pernah ingin dilewatkannya. Dua anaknya yang masih balita selalu menunggu sang ayah pulang.

Kesibukan memimpin Kabupaten Batang tak membuat Faiz Kurniawan melupakan perannya di rumah. Baginya, menjadi bupati adalah amanah. Menjadi ayah adalah tanggung jawab seumur hidup.

"Fatherless itu bicara kuantitas dan kualitas. Kuantitas berarti waktu di rumah. Kualitas berarti kehadiran benar-benar dirasakan anak-anak," ujar Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Senin 29 Juni 2026.

Kalimat itu disampaikan Faiz saat peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-33. Ia berbicara bukan hanya sebagai kepala daerah. Faiz juga berbicara sebagai ayah dari dua anak kecil.

BACA JUGA: Kerja Urus Air Hobi Bikin Lagu, Leydenk Band Unjuk Gigi di Batang Art Festival 2026

BACA JUGA: Pesan untuk Pemerintah di Balik Nyadran Laut Roban Timur Batang

Karena itu, ia berusaha menjaga akhir pekan tetap menjadi milik keluarga. Agenda dinas pada Sabtu dan Minggu diupayakan seminimal mungkin. Permintaan itu bahkan disampaikan kepada jajaran protokoler.

"Karena apa pun saya juga sebagai orang tua yang punya keluarga dan mereka juga butuh saya ada di rumah," tuturnya. 

Jika undangan tak bisa ditinggalkan, ia tetap hadir. Namun, selepas tugas selesai, keluarga menjadi tujuan berikutnya. Waktu bersama anak tak ingin terus dikalahkan pekerjaan.

"Tentu saja ketika hari-hari biasa, ketika sudah malam hari, kita selain itu, saya berusaha semaksimal mungkin ketika di rumah itu ya tadi, berkualitas," imbuhnya. 

BACA JUGA: Ukur Kekuatan Porprov Jateng, Atlet Batang Tanding di Bhayangkara Swimming Cup 1 2026

BACA JUGA: 23 Tahun Menumpang, Cerita Ibu Penjual Warkop di Batang Akhirnya Punya Rumah Pertama

Menurut Faiz, anak tidak hanya membutuhkan ayah yang hadir. Mereka membutuhkan ayah yang benar-benar memperhatikan. Kehangatan itu tak bisa digantikan oleh apa pun.

Hari kerja memang padat. Rapat, kunjungan lapangan, hingga menerima tamu mengisi waktunya. Namun, malam hari tetap diusahakan menjadi waktu berkumpul bersama keluarga.

"Meskipun secara kuantitasnya sedikit, saya ber- semaksimal mungkin untuk berkualitas ketika ada di rumah,"tuturnya.

Kategori :