Wabup Sebut IPM Pemalang Masih Rendah Meski Pendidikan Baik

Jumat 26-06-2026,09:30 WIB
Reporter : Mukhtarom
Editor : Adi Mulyadi

PEMALANG, diswayjateng.id – Wakil Bupati (Wabup), Nurkholes, menyebut capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pemalang masih tergolong rendah dibanding daerah lain di Jawa Tengah. Padahal kualitas pendidikan di wilayahnya dinilai cukup baik dengan banyaknya lulusan SMA yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). 

Pernyataan tersebut disampaikan Nurkholes saat membuka Sosialisasi Advokasi Kebijakan Pendidikan (1 Tahun Pra-SD) Tingkat Kabupaten Pemalang Tahun 2026 di The Winner Hotel Pemalang, Kamis, 25 Juni 2026.

Data Pemerintah Kabupaten Pemalang menunjukkan IPM daerah ini terus mengalami peningkatan. Pada 2024, IPM tercatat sebesar 68,65, naik dari 68,08 pada tahun sebelumnya.

Meski trennya meningkat, Nurkholes menilai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia masih harus terus diperkuat.

Menurutnya, pembangunan SDM perlu dimulai sejak usia dini melalui layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berkualitas.

BACA JUGA:KPK Ungkap Area Rawan Korupsi di Hadapan DPRD dan Pemkab Pemalang

BACA JUGA:Aksi Bakar Ban Warnai Demo Mahasiswa Pemalang Tuntut MBG dan Koperasi Merah Putih Dihentikan

Ia mengapresiasi dedikasi para guru PAUD yang selama ini berperan membangun karakter dan fondasi pendidikan anak, meski masih banyak yang menerima honor relatif rendah.

Selain itu, Nurkholes menekankan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan, mengikuti perkembangan zaman, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

"Pendidikan karakter sejak usia dini dinilai menjadi bekal penting dalam mencetak generasi unggul sekaligus mencegah munculnya berbagai persoalan sosial di masa mendatang," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Pemalang, lanjut Nurkholes, akan terus berupaya memberikan perhatian kepada para pendidik PAUD melalui berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan mereka sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Supa'at, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta lembaga mitra dalam mendukung kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah.

BACA JUGA:7 Bulan Keliling Asia Bawa Misi Perdamaian, Pesepeda Wanita Iran Disambut Hangat di Pemalang

BACA JUGA:Krisis Air Bersih Meluas di Pemalang, 1.600 KK Desa Gombong Bertahan dengan Bantuan dan Air Tangki

Menurutnya, kegiatan itu juga diarahkan untuk meningkatkan akses dan mutu layanan PAUD agar seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama mendapatkan pendidikan berkualitas sejak dini.

Kategori :