Belanja barang dan jasa menyumbang efisiensi Rp25,52 miliar.
BACA JUGA: Batang Mulai Sensus Ekonomi 2026 Terbesar, SPPG hingga Kawasan Industri Bakal Didata
BACA JUGA: Komisi II Cek Sistem Pengawasan Digital Pemkab Batang, Minta Pantauan Titik Rawan Diperkuat
Belanja modal mencatat efisiensi Rp15,18 miliar.
Sedangkan belanja tidak terduga menyisakan Rp20,92 miliar.
Dari perbandingan pendapatan dan belanja tersebut, APBD Kabupaten Batang Tahun 2025 mencatat surplus sebesar Rp53,47 miliar.
Setelah ditambah pembiayaan netto sebesar Rp142,85 miliar, Pemerintah Kabupaten Batang memperoleh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau SILPA sebesar Rp196,33 miliar.
BACA JUGA: TPST Raksasa Batang Senilai Rp50 miliar Mulai Dibangun, Layani Sampah 9 Kecamatan
BACA JUGA: Bikin Ekonomi Batang Meroket! Bupati Faiz Kurniawan Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026
Kondisi keuangan daerah juga tercermin dari laporan neraca yang menunjukkan tren positif.
Nilai aset daerah meningkat menjadi Rp3,31 triliun.
Angka tersebut naik 2,12 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,24 triliun.
Di sisi lain, kewajiban daerah berhasil ditekan menjadi Rp66,28 miliar.
BACA JUGA: Perumahan Tumbuh Pesat di Batang, Perumda Sendang Kamulyan Berpacu Cari Sumber Air Baru
BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Batang 7,79 Persen, Bupati Tantang Ekonomi Kreatif dan UMKM Berkontribusi Lebih
Nilai tersebut turun 3,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.