Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Bakhrun menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan.
Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar upaya pencegahan dan pengendalian dapat berjalan efektif.
"Ini menjadi pekerjaan bersama. Pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga keluarga harus terlibat dalam upaya pencegahan dan pendampingan," ujarnya.
Dia mengemukakan, untuk menghadapi meningkatnya kasus HIV butuh pendekatan yang komprehensif. Selain pengobatan bagi penderita, langkah edukasi kepada kelompok usia produktif juga harus diperkuat. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini dinilai menjadi kunci untuk menekan penyebaran kasus baru.
Di sisi lain, stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS juga masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Banyak penderita yang enggan memeriksakan diri atau menjalani pengobatan karena takut dikucilkan oleh lingkungan sekitar.
Padahal, semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang penderita untuk menjalani hidup sehat melalui terapi yang teratur.
Karena itu, Komisi IV mendorong agar program edukasi tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga melibatkan sekolah, organisasi kepemudaan, dan lembaga keagamaan.
Pendekatan berbasis nilai agama dan sosial masyarakat dinilai lebih efektif diterapkan di wilayah seperti Kecamatan Dukuhwaru yang memiliki kultur masyarakat religius dan guyub.
Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan juga diharapkan terus memperkuat program konseling, pendampingan pasien, serta layanan tes HIV secara sukarela. Dengan demikian, upaya pencegahan dan pengobatan dapat berjalan beriringan.
Temuan 24 kasus HIV/AIDS di Kecamatan Dukuhwaru menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit tersebut masih ada di tengah masyarakat.
"Karena itu, diperlukan langkah cepat, terpadu, dan berkelanjutan agar angka kasus itu tidak terus bertambah serta masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan perilaku hidup yang aman," sambungnya.