PEMALANG, diswayjateng.id — Ratusan warga Desa Tanahbaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang rela mengantre sejak pagi di balai desa setempat untuk mendapatkan bantuan pangan nasional alokasi Februari-Maret 2026, Senin (20/5/2026).
Sebanyak 1.107 warga di desa tersebut tercatat menerima bantuan pangan dari pemerintah.
Program bantuan yang dijalankan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Bulog itu menjadi upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan gejolak harga pangan nasional di tengah fluktuasi kebutuhan pokok.
Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan sekaligus.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro mengatakan program bantuan pangan menjadi langkah pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus pengendalian inflasi bahan pokok.
“Bulog mendapatkan tugas dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan. Selain membantu masyarakat, program ini juga menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi bahan pangan,” kata Anom.
Sementara itu, Pimpinan Bulog Cabang Tegal, Agung Rochman menjelaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari program stabilisasi harga pangan nasional bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Di Kecamatan Randudongkal saja, jumlah penerima mencapai 15.988 keluarga penerima manfaat dengan total bantuan 319.760 kilogram beras dan 63.952 liter minyak goreng.
Penerima Bantuan di Tanahbaya Meningkat
Jumlah penerima bantuan di sejumlah desa mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Di Desa Tanahbaya misalnya, penerima bantuan naik dari 719 keluarga pada 2025 menjadi 1.107 keluarga di tahun 2026.
Data penerima bantuan menggunakan sistem By Name By Address (BNBA) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Warga Mengaku Sangat Terbantu
Salah satu penerima bantuan, Yeni mengaku bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Alhamdulillah sangat membantu. Sebelumnya sudah lama tidak menerima bantuan lagi, sekarang baru dapat bantuan pangan,” ujarnya.
Program bantuan pangan nasional ini dijadwalkan terus berlanjut secara bertahap di berbagai wilayah sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.