BATANG, diswayjateng.com - Masalah sampah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang mulai menjadi perhatian khusus.
Di balik ribuan porsi makanan yang setiap hari diproduksi dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), turut nembebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang mencatat, operasional puluhan dapur MBG saat ini telah menyumbang tambahan sampah hingga sekitar 3,5 sampai 7 ton per hari.
Jumlah itu memang belum mendominasi total produksi sampah harian Kabupaten Batang, namun menjadi sorotan karena kondisi TPA Randukuning saat ini sudah mengalami overload setelah beroperasi lebih dari tiga dekade.
BACA JUGA: Dinkes Batang Ungkap Risiko Kontaminasi Dapur SPPG Pecalungan dari Kandang Ternak
BACA JUGA: Investasi Korea Selatan Rp429 Miliar Masuk Batang, KEK Industropolis Siapkan 6.000 Lapangan Kerja
Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, mengatakan saat ini terdapat sekitar 60 hingga 70 dapur MBG yang sudah aktif beroperasi di berbagai wilayah Batang.
Sebagian pengelola dapur telah menjalin kerja sama dengan DLH terkait pengelolaan limbah dan pengangkutan sampah menuju TPA Randukuning.
“Memang saat ini ada sekitar 60 sampai 70 dapur MBG yang sudah operasional. Beberapa sudah melakukan MoU dengan DLH terkait pengelolaan sampahnya. Ada yang membuang langsung ke TPA Randukuning, ada juga yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk pengangkutan,” ujar Rusmanto, Jumat 8 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG otomatis menciptakan pola produksi sampah baru, mulai dari sisa bahan makanan, limbah dapur, hingga kemasan dan sampah organik hasil distribusi makanan.
BACA JUGA: Viral di Pemalang, Siswa Tidak Sekolah Dua Bulan Usai Orang Tua Kritik Menu MBG
BACA JUGA: Peringatan Hari Kartini Berakhir Merana, Puluhan Siswa SD di Rembang Diduga Keracunan MBG
Dalam hitungan DLH, satu dapur SPPG rata-rata menghasilkan limbah sekitar 50 hingga 100 kilogram per hari.
Jika dikalikan dengan jumlah dapur yang kini aktif, maka tambahan sampah dari program MBG diperkirakan mencapai puluhan kuintal setiap harinya.
“Kalau rata-rata masing-masing dapur menghasilkan setengah kuintal sampai satu kuintal sampah per hari, dikalikan sekitar 70 dapur, maka tambahan sampahnya bisa mencapai sekitar 35 kuintal sampai 70 kuintal per hari,” jelasnya.