Ribuan Warga Batang Ikut Kejar Paket, Pekerja Pabrik Mendominasi

Kamis 07-05-2026,15:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

BATANG, diswayjateng.com - Program pendidikan kesetaraan di Kabupaten Batang menjadi “jalan kedua” bagi ribuan warga yang pernah terputus dari bangku sekolah formal.

Di tengah tuntutan dunia kerja dan keterbatasan ekonomi, program kejar paket kini tak hanya diikuti usia sekolah, tetapi juga pekerja pabrik hingga warga lanjut usia.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang mencatat sebanyak 5.009 peserta mengikuti pendidikan kesetaraan pada 2026.

Mereka tersebar di 23 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di berbagai wilayah Batang.

BACA JUGA: TPST Sentul Batang Kena Pangkas Efisiensi, Biaya Pembangunan Turun Rp61 miliar

BACA JUGA: Bupati Batang Pimpin Run 5 Km, Dorong Kampanye Selamatkan Sungai dari Sampah

Kepala Dindikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan pendidikan alternatif masih sangat besar.

“Peminat Paket B dan Paket C sampai sekarang masih banyak, terutama untuk masyarakat yang tidak bisa melanjutkan pendidikan formal,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.

Menurut Bambang, peserta program kesetaraan didominasi masyarakat usia produktif yang sudah bekerja.

Bahkan sebagian besar peserta Paket C setara SMA berasal dari kalangan pekerja pabrik.

BACA JUGA: Ajukan Rp5 miliar, Batang Rencanakan Kapal Keruk Baru pada 2027

BACA JUGA: May Day: Bupati Batang Bahas Pekerja Difabel, Trans Jateng hingga Perumahan

“Paket C kebanyakan pekerja pabrik,” katanya.

Fenomena itu menunjukkan ijazah pendidikan masih menjadi kebutuhan penting bagi pekerja untuk meningkatkan peluang karier maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Tidak hanya bagi usia muda, program ini juga terbuka lebar untuk masyarakat dewasa hingga lansia.

Kategori :