Jalan Amblas Kalibanteng Kulon Semarang Segera Diperbaiki, BBWS dan DPU Turun Tangan

Jalan Amblas Kalibanteng Kulon Semarang Segera Diperbaiki, BBWS dan DPU Turun Tangan

Jalan amblas di Jalan Jembawan I Kalibanteng Kulon, Semarang Barat segera ditangani Pemkot Semarang bersama BBWS Pemali Juana dan DPU.-Dok pemkot semarang-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Penanganan jalan amblas di Jalan Jembawan I, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat dipercepat Pemerintah Kota Semarang melalui koordinasi lintas kewenangan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. 

Kerusakan jalan sepanjang sekitar 41 meter tersebut dilaporkan terjadi akibat kondisi talud Sungai Silandak yang mengalami kemiringan serta rembesan air, sehingga mengakibatkan struktur tanah di bawah badan jalan terkikis dan memicu amblesnya ruas jalan lingkungan di kawasan Kalibanteng Kulon. 

Langkah penanganan darurat pun mulai disiapkan usai survei lapangan dilakukan secara bersama pada Selasa 5 Mei 2026. Penanganan talud Sungai Silandak diprioritaskan terlebih dahulu agar proses perbaikan jalan tidak kembali mengalami kerusakan. 

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan bahwa penanganan jalan amblas Kalibanteng Kulon harus dilakukan secara menyeluruh karena sumber utama persoalan berada pada konstruksi talud sungai. 

“Penanganan perlu dilakukan secara komprehensif. Sumber persoalan ada pada talud, sehingga perlu ditangani terlebih dahulu agar perbaikan jalan dapat bertahan optimal,” kata Murni Ediati. 

Dalam hasil survei gabungan tersebut, penanganan awal terhadap talud disebut akan dilaksanakan oleh BBWS Pemali Juana bersama DPU Kota Semarang.

Setelah kondisi talud dinilai aman, proses perbaikan badan jalan akan dilanjutkan oleh Disperkim Kota Semarang sesuai kewenangan penanganan jalan lingkungan. 

Menurut Murni, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar proses penanganan infrastruktur di Kalibanteng Kulon dapat segera direalisasikan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. 

“Kami terus berkomunikasi dengan BBWS agar penanganan talud dapat segera dilakukan. Setelah itu, kami siap menindaklanjuti dengan perbaikan aspal jalan demi kenyamanan dan keselamatan warga,” ujarnya. 

Ia menambahkan, percepatan penanganan jalan amblas tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas laporan masyarakat sekaligus upaya menjaga keamanan pengguna jalan di kawasan permukiman. 

Kolaborasi antara Pemkot Semarang, BBWS Pemali Juana, dan DPU disebut menjadi langkah penting untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi, terutama pada infrastruktur yang berkaitan dengan aliran sungai dan jalan lingkungan. 

Melalui koordinasi tersebut, perbaikan diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mencegah kerusakan serupa kembali terjadi di kemudian hari. 

Pemerintah Kota Semarang juga memastikan pemantauan lapangan akan terus dilakukan selama proses penanganan berlangsung guna menjamin keselamatan warga dan kelancaran akses lingkungan di wilayah Kalibanteng Kulon.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: