Hari Tari Dunia, Keraton Solo Jadi Simbol Kolaborasi Budaya

Kamis 30-04-2026,09:52 WIB
Reporter : Achmad Khalik Ali
Editor : Laela Nurchayati

SOLO, diswayjateng.id – Peringatan Hari Tari Dunia (World Dance Day) di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu 29 April 2026, berlangsung meriah sekaligus sarat pesan pelestarian budaya. 

Di tengah pagelaran tari klasik yang memukau, muncul kolaborasi menarik antara Keraton dan kalangan pengusaha lokal untuk menjaga eksistensi warisan budaya Jawa.

Ratusan pasang mata menikmati suguhan tari-tarian klasik yang ditampilkan di pelataran keraton. Atmosfer budaya terasa kental dengan nuansa tradisi Jawa yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dalam momentum tersebut, perhatian tertuju pada Puspo Wardoyo, pendiri Wong Solo Group, yang mendapat penghargaan khusus dari pihak Keraton atas dukungannya terhadap pelestarian budaya.

Puspo menyebut keterlibatannya dalam kegiatan budaya bukan sekadar dukungan seremonial, tetapi bentuk kepedulian terhadap identitas Kota Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa.

“Keraton Solo ini warisan besar yang harus dijaga bersama. Budaya tari klasik jangan sampai hilang karena itu bagian dari jati diri masyarakat Solo,” ujarnya.

Ia juga berharap keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat semakin mendapat perhatian, baik dari internal keraton maupun pemerintah, agar tampil lebih tertata dan menjadi magnet wisata budaya nasional.

Menurut Puspo, potensi budaya Solo sangat besar jika dikelola secara serius dan didukung kolaborasi lintas sektor. Ia menilai pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada keraton semata.

“Harus ada kebersamaan. Kalau semua pihak bergerak bersama, Keraton Solo bisa menjadi pusat budaya yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pawiyatan Kabudayan Keraton Surakarta, GKR Wandansari atau Gusti Moeng, mengapresiasi keterlibatan pihak swasta dalam kegiatan budaya keraton. 

Menurutnya, dukungan seperti ini menjadi bukti bahwa budaya Jawa masih mendapat tempat di hati masyarakat.

“Kami bersyukur masih ada tokoh masyarakat dan pengusaha yang peduli terhadap keberlangsungan budaya keraton,” ujarnya.

Ia berharap momentum Hari Tari Dunia tidak berhenti sebagai pertunjukan seni tahunan, melainkan menjadi penggerak lahirnya lebih banyak kerja sama untuk menjaga kelestarian budaya Jawa di Solo.

Melalui pagelaran tersebut, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai simbol sejarah, tetapi juga ruang hidup bagi seni, tradisi, dan identitas budaya masyarakat Jawa.

Kategori :