Ribuan anak Putus Sekolah di Batang, Disdikbud: Tak Hanya Ekonomi

Selasa 28-04-2026,12:06 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Namun ia menegaskan, persoalan tersebut tidak berdiri sendiri dan seringkali dipengaruhi faktor lain yang lebih kompleks.

“Permasalahan terbesar memang ekonomi, walaupun SD sebenarnya sudah gratis. Selain itu ada faktor kesadaran orang tua dan juga lingkungan,” tuturnya.

Ia menyoroti masih adanya orang tua yang kurang memberikan dorongan kepada anak untuk tetap bersekolah.

Dalam sejumlah kasus, anak justru berasal dari keluarga yang tergolong mampu secara ekonomi, namun kondisi keluarga yang tidak harmonis berdampak pada pendidikan anak.

“Sebetulnya bukan semata-mata miskin. Ada juga keluarga yang mampu, tapi karena rumah tangganya tidak harmonis, anak akhirnya kurang mendapat perhatian,” ucapnya.

Bambang menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga melibatkan peran orang tua, masyarakat, dan lingkungan sosial.

Ia menyebut empat unsur utama tersebut harus berjalan beriringan agar anak dapat bertahan dalam sistem pendidikan.

“Sekolah pasti mendukung, orang tua harus mendorong, masyarakat dan pemerintah desa juga harus ikut, tapi yang paling berat itu lingkungan,” tegasnya.

Lingkungan pergaulan, lanjutnya, menjadi faktor yang sering kali luput dari perhatian namun memiliki dampak besar terhadap motivasi belajar anak.

Ia mengungkapkan, anak-anak yang terpengaruh lingkungan negatif cenderung kehilangan disiplin belajar.

“Ada anak yang tiap malam begadang dengan teman-temannya, akhirnya bangunnya siang dan malas sekolah. Itu pengaruh lingkungan,” ungkapnya.

Selain itu, pola pengasuhan atau parenting orang tua juga dinilai menjadi faktor kunci dalam mencegah anak putus sekolah.

Bambang menilai sekolah akan kesulitan mempertahankan siswa jika tidak didukung penuh oleh keluarga.

“Sekolah sudah menghimbau, guru sampai datang ke rumah. Tapi kalau orang tuanya tidak memberi dukungan yang baik, ya susah,” katanya.

Kondisi ini menjadi tantangan bersama bagi pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat untuk memperkuat sistem perlindungan pendidikan bagi anak usia sekolah.

Upaya kolaboratif dinilai menjadi langkah penting agar angka putus sekolah di Kabupaten Batang dapat ditekan secara berkelanjutan.

Kategori :