BATANG, diswayjateng.com - Misteri masih menyelimuti warga Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, setelah jenazah Diva Maelisa (15), remaja yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Jakarta Pusat, dipulangkan ke kampung halaman.
Namun, di balik proses pemulangan itu, muncul fakta lain yang menambah tanda tanya dalam kasus ini.
Kepala Desa Ngroto Siam Susanto menyebut barang-barang milik korban yang dibawa pulang hanya berupa tas, perlengkapan make-up, dan koper.
“Barang-barang yang dibawa ada tas, ada make-up, dan mungkin ada koper, tapi kami belum berani membuka,” ungkapnya, Minggu 26 April 2026.
BACA JUGA: Ini Cerita Lengkap Kades Ngroto Saat Jemput Jenazah Diva di Jakarta, Ungkap Kejanggalan
BACA JUGA: Jenazah Diva Tiba di Desa Ngroto Batang, Isak Tangis Keluarga Pecah
Yang menjadi perhatian, tidak ditemukan telepon genggam milik korban di antara barang-barang tersebut.
“HP tidak ada,” tegasnya.
Ketiadaan ponsel ini memunculkan pertanyaan baru, mengingat perangkat tersebut biasanya menjadi sumber penting untuk menelusuri komunikasi terakhir korban.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Diva Maelisa masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
BACA JUGA: Jelang Kedatangan Jenazah, Sekdes Ngroto Ungkap Jejak Diva di Desa
BACA JUGA: ART Meninggal di Jakarta, Kades Ngroto Batang Jemput Jenazah Diva Maelisa
Kematian remaja tersebut terjadi setelah diduga terjatuh dari lantai empat sebuah apartemen di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya.
Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak menuju Jakarta begitu menerima kabar duka dari keluarga korban.
Informasi tersebut diterima pada Jumat siang saat dirinya tengah mengikuti rapat di tingkat kecamatan, sebelum akhirnya diminta keluarga untuk memastikan kondisi korban.