Tragedi Diva Maelisa, Ketua DPRD Batang Minta Anak Putus Sekolah jadi Perhatian
Ketua DPRD Kabupaten Batang Suudi-dok.pri-
BATANG, diswayjateng.com — Kasus meninggalnya Diva Maelisa menjadi sorotan serius DPRD Kabupaten Batang, terutama dari sisi perlindungan anak usia sekolah yang putus pendidikan.
Ketua DPRD Kabupaten Batang Suudi menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut yang dinilai sebagai alarm bagi semua pihak.
“Iya, tentu atas nama kelembagaan saya merasa prihatin banget karena ada anak usia sekolah mereka harus bekerja, kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Senin 27 April 2026.
Menurutnya, kondisi anak usia sekolah yang bekerja merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap biasa.
BACA JUGA: Anggota Dewan Sakit dan Lama Absen, DPRD Batang Sampaikan Hasil BK ke PDI Perjuangan
BACA JUGA: Bambang Sasongko Mundur, Eko Santoso Isi Kursi Anggota DPRD Batang Lewat PAW Golkar
Ia menegaskan bahwa anak pada usia sekolah seharusnya tetap berada di lingkungan pendidikan, bukan masuk ke dunia kerja.
“Bagi saya bahwa apa pun itu kalau anak usia sekolah ya harus sekolah. Tidak boleh anak usia sekolah dia bekerja apa pun alasannya,” tegasnya.
Suudi menilai faktor ekonomi tidak bisa dijadikan alasan utama pembenaran anak bekerja di usia dini.
Jika terdapat kendala ekonomi, maka menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan pemangku kepentingan untuk hadir memberikan solusi.
BACA JUGA: Bebani Rakyat, Komisi I DPRD Batang Minta Cetak KTP Tidak Lagi Terpusat di Disdukcapil
BACA JUGA: Sering Dangkal, DPRD Batang Nur Untung Desak Penataan Sungai Sambong Dimulai 2026
“Kalau terjadi masalah ekonomi, pihak terkait harus mengerti dan turun tangan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah desa sebagai garda terdepan dalam melakukan pengawasan terhadap warganya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: