BATANG, diswayjateng.com — Pagi yang seharusnya tenang di jalur Pantura berubah tegang ketika sebuah mobil pikap terbalik di tikungan Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Jumat 24 April 2026.
Kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di ruas utama Pantura yang dikenal padat dan rawan insiden.
Kendaraan jenis Mitsubishi pikap bernomor polisi H 8236 NM dilaporkan melaju dari arah timur menuju barat sebelum akhirnya kehilangan kendali.
Di titik tikungan ke kanan, kendaraan diduga tidak mampu dikendalikan sehingga menghantam median jalan dengan keras.
BACA JUGA: Dari “Santri Kalong” ke Penghasil Hafidz, Kisah Hangat Pondok Pesantren Al Khafifiyah Batang
BACA JUGA: Viral Video Asusila di Batang Naik ke Penyidikan, Polisi Telusuri Dugaan Jual Beli Konten
Benturan tersebut membuat mobil terguling dan terpental hingga masuk ke jalur berlawanan arah, memicu kepanikan pengguna jalan lain.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batang, Ipda Andika, menjelaskan bahwa faktor utama kecelakaan diduga karena pengemudi tidak mampu menguasai laju kendaraan saat melintasi tikungan.
“Sesampainya di lokasi yang merupakan jalan menikung, pengemudi diduga tidak bisa mengendalikan kendaraan hingga menabrak median,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RS QIM Batang untuk mendapatkan perawatan medis.
BACA JUGA: KBIHU Batang Resah, SE Kemenhaj Soal Dam Haji 2026 Bikin Bingung Jemaah
BACA JUGA: Dryport Berbasis Rel Segera Digarap, KEK Industropolis Batang Bidik Jadi Simpul Logistik Nasional
Pengemudi kendaraan, Ahmad Zaeni (57), warga Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan wajah.
Ia mengalami luka robek pada kening dan hidung, cedera kepala ringan, serta memar di bagian dada, namun dalam kondisi sadar saat dievakuasi.
Dua penumpang lainnya, Muradi (45) dan Ahmad Sugeng (45), warga Kabupaten Brebes, juga mengalami luka-luka dengan kondisi berbeda.