“Pengurus sudah terbentuk, tetapi itu saja tidak cukup. Harus mampu memberi warna baru bagi koperasi sebagai cikal bakal kemakmuran masyarakat,” tegasnya.
Luthfi menambahkan, koperasi harus menjadi pusat (hub) pendampingan ekonomi rakyat, terutama bagi pelaku usaha mikro yang jumlahnya mencapai sekitar 4,2 juta unit di Jawa Tengah.
“UMKM mikro harus naik kelas menjadi kecil, lalu menengah. Di sinilah koperasi harus hadir,” katanya.
Ia juga menegaskan, koperasi tidak boleh bersifat eksklusif dan hanya melayani anggota, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil masyarakat, termasuk maraknya pinjaman online ilegal.
“Jangan hanya untuk anggota. Koperasi harus bisa mereduksi persoalan masyarakat, salah satunya pinjol,” ujarnya.
Menurutnya, jika koperasi benar-benar hidup dan aktif, masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.
“Tidak ada lagi masyarakat terjerat rentenir atau pinjol karena koperasinya hidup,” tegas Luthfi.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, saat ini terdapat 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota.
Total aset mencapai Rp60,13 triliun, dengan volume usaha Rp43,78 triliun dan imbal hasil kepada anggota sebesar Rp1,16 triliun.
Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga terus digenjot. Dari total 8.523 unit, sebanyak 6.271 koperasi telah beroperasi dan 1.466 di antaranya memiliki gerai fisik.
Secara keseluruhan, sekitar 75,8 persen KDKMP telah berjalan.
Percepatan pembentukan badan hukum terus didorong agar koperasi desa/kelurahan segera berperan dalam memperkuat ekonomi desa.
Ke depan, koperasi diharapkan berkembang menjadi pusat distribusi logistik sekaligus lumbung pangan lokal.
“Ini bagian penting dari penguatan ekonomi desa. KDKMP harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Luthfi.
Selain itu, Dekopinwil Jawa Tengah juga didorong mengambil peran strategis dalam transformasi sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, penguatan jaringan usaha, serta advokasi perlindungan koperasi.
“Jadikan koperasi sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan,” tandasnya.