SLAWI, diswayjateng.com - Respon cepat ditempuh jajaran Polres Tegal menyusul insiden meledaknya bus rombongan suporter bonek di jalur Tol KM 294+900 A Desa Kertasari Kecamatan Suradadi Minggu (12/4) sekitar pukul 05.00 WIB.
Informasi awal kejadian diterima melalui laporan masyarakat yang kemudian diteruskan melalui layanan Call Center 110 Polri, sehingga mempercepat koordinasi dan mobilisasi personel di lapangan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pamapta 3 Polres Tegal bersama piket Polsek Suradadi langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi bus mengalami kerusakan parah pada bagian kabin depan sebelah kiri. Pecahan kaca berserakan dan pintu bus mengalami kerusakan akibat ledakan yang diduga berasal dari area bawah kursi sopir. Selain itu, tercium bau menyengat menyerupai bahan petasan dari dalam kabin.
Empat orang korban mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut, di antaranya satu korban mengalami patah kaki dan tiga lainnya luka bakar serta luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di RS Siaga Medika Pemalang.
Perwira pengendali lapangan Pamapta 3 Polres Tegal, IPDA Taufik Kusuma Wardhana, S.H., menjelaskan bahwa kecepatan respons anggota tidak terlepas dari optimalisasi layanan aduan masyarakat melalui Call Center 110.
“Begitu laporan masuk melalui Call Center 110, kami langsung bergerak cepat menuju lokasi bersama fungsi terkait. Fokus utama kami adalah pengamanan TKP, evakuasi korban, serta memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya Senin (13/4).
Lebih lanjut, petugas juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian seperti olah TKP awal, pendataan saksi dan korban, koordinasi dengan pihak rumah sakit, serta komunikasi dengan koordinator rombongan suporter guna memastikan keselamatan seluruh penumpang.
"Saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara mengarah pada adanya bahan yang menyerupai petasan, namun hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan teknis," terangnya.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi kesiapsiagaan personel di lapangan serta peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian melalui Call Center 110.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian darurat melalui layanan 110. Respon cepat Polri adalah komitmen kami dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Polres Tegal memastikan situasi di lokasi kejadian telah kondusif, serta terus melakukan pendalaman guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Dengan sinergi antara respons cepat Pamapta dan optimalisasi layanan Call Center 110, Polri kembali menunjukkan kehadirannya sebagai pelindung masyarakat yang Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan.