Diguyur Hujan Lebat, Dua Wilayah di Semarang Dilanda Longsor Timpa Rumah Warga

Senin 13-04-2026,06:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Laela Nurchayati

SEMARANG, Diswayjateng.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Minggu (12/4) siang telah memicu terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah titik. Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan berdampak pada kawasan rawan, khususnya di wilayah Kecamatan Ngaliyan dan Gunungpati.

Tanah longsor di Kota Semarang tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Dampak langsung dari kejadian ini berupa robohnya pondasi dan tembok berukuran sekitar 10 x 20 meter yang kemudian menimpa salah satu rumah warga.

Peristiwa longsor dilaporkan terjadi di Jalan Candi Sewu, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan. Selain itu, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Pakintelan, Kecamatan Gunungpati. Kedua lokasi tersebut diketahui memiliki kontur tanah yang rentan terhadap pergerakan tanah saat intensitas hujan meningkat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P. Martanto, menyampaikan bahwa longsor terjadi akibat tanah yang tidak mampu menahan debit air hujan yang tinggi.

“Penyebab utama karena hujan deras yang mengakibatkan tanah menjadi labil dan terjadi longsoran,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, sebuah rumah milik warga bernama Bu Admo dilaporkan tertimpa material longsor. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.

Penanganan awal langsung dilakukan oleh warga bersama aparat setempat dengan berkoordinasi bersama BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, serta unsur kelurahan dan kecamatan.

Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Semarang juga telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan asesmen serta penanganan darurat.

Sejumlah langkah cepat telah dilakukan oleh petugas, mulai dari pendataan dan dokumentasi, koordinasi lintas instansi, hingga pemberian bantuan kedaruratan bagi warga terdampak.

Selain penanganan di lokasi kejadian, pemantauan kondisi wilayah juga terus dilakukan secara menyeluruh. BPBD Kota Semarang disebut telah melakukan monitoring di 177 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan.

“Kami BPBD Kota Semarang juga terus melakukan monitoring kondisi wilayah,” kata Endro.

Berdasarkan hasil pemantauan visual, kondisi cuaca di Kota Semarang pada Minggu sore masih didominasi awan tebal disertai hujan, sehingga potensi bencana susulan masih perlu diwaspadai.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Selain itu, warga diminta untuk mengenali tanda-tanda potensi longsor di lingkungan masing-masing dan segera melaporkannya kepada pihak terkait apabila ditemukan indikasi bahaya.

“Masyarakat diharapkan dapat mengenali potensi risiko di lingkungannya dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait jika ditemukan tanda-tanda bahaya,” pungkasnya.

Kategori :