IGABA Pekalongan Resmi Mandiri, Lepas dari Himpaudi, IGTKI dan IGRA

Minggu 12-04-2026,12:00 WIB
Reporter : Mukhtarom
Editor : Laela Nurchayati

PEKALONGAN, diswayjateng.com – Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Pekalongan resmi menyatakan diri sebagai organisasi profesi mandiri. Deklarasi ini sekaligus menandai pemisahan IGABA dari Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia), IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia), dan IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal).

Deklarasi kemandirian tersebut digelar dalam momentum Halal Bihalal IGABA Kabupaten Pekalongan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen, Sabtu (11/4/2026).

Ketua IGABA Kabupaten Pekalongan, Oktavia Novita, menegaskan bahwa organisasinya kini memiliki posisi sejajar dengan organisasi profesi PAUD lainnya.

"Kami benar-benar sudah jadi organisasi mandiri, kami sejajar dengan Himpaudi, IGTKI dan IGRA di Pekalongan. Harapan kami, tetap bisa bersinergi karena kita sama-sama mendidik dan membimbing anak-anak usia dini," ujar Oktavia Novita.

Fokus Wujudkan PAUD Aisyiyah Berkualitas

Novita menjelaskan, IGABA akan memprioritaskan program peningkatan mutu pendidikan anak usia dini berbasis Aisyiyah.

"Program kami akan fokus ke pendidikan PAUD menuju PAUD Aisyiyah berkualitas dan berkemajuan. Namun tetap kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kemenag dan lembaga lain," terangnya.

Sudah Berdiri Sejak 1953, Kini Perkuat Legalitas

Ia menambahkan, secara historis IGABA telah hadir sejak 1953. Namun, selama ini belum memiliki pengakuan organisasi secara mandiri, khususnya di tingkat daerah.

"Latar belakang mandiri karena selama ini IGABA sudah ada sejak tahun 1953, TK ABA sudah ada di Pekalongan hanya saja belum mendapatkan pengakuan secara organisasi. Kami ingin membangun rumah sendiri sebagai wadah guru-guru Aisyiyah yang bisa melejitkan potensi guru-guru kami," imbuh Novita.

Instruksi Pusat dan Didukung Pemerintah

Keputusan untuk mandiri, lanjut Novita, merupakan tindak lanjut dari instruksi Pimpinan Pusat Aisyiyah yang kemudian diteruskan melalui IGABA.

"Kemandirian ini instruksi dari Aisyiyah Pusat untuk mandiri. Sudah didukung oleh dinas terkait di provinsi hingga kabupaten," pungkas Novita.

421 Guru Bergabung di Seluruh Kecamatan

Saat ini, IGABA Kabupaten Pekalongan memiliki 421 anggota yang tersebar di seluruh kecamatan. Dalam deklarasi tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama dan ikrar komitmen untuk menjadikan IGABA sebagai wadah profesional dalam memajukan guru serta pendidikan PAUD Aisyiyah.

Kategori :