Plot Twist Kain Batik Reject UMKM Pekalongan, Barang Sisa Malah Tembus Pasar Dubai

Plot Twist Kain Batik Reject UMKM Pekalongan, Barang Sisa Malah Tembus Pasar Dubai

Perjalanan UMKM Batik Pekalongan hadapi pandemi-by Gemini ai-

PEKALONGAN, diswayjateng.id - Pandemi Covid-19 pernah menjadi masa paling berat bagi sejumlah pelaku UMKM. Pameran berhenti total. Permintaan pasar menurun tajam. Aktivitas ekonomi mendadak lumpuh.

Namun situasi berbeda justru dialami Nurita Wahyu Kusuma.

Perempuan pemilik Pitane Batik dan Loka Natura Batik itu memilih melawan krisis.

Ia tidak ingin tenggelam dalam kepanikan pandemi. Saat banyak usaha berhenti bergerak, Nurita justru mencari celah baru.

BACA JUGA: Berusia Lebih dari Seabad, Regenerasi jadi Pertaruhan Eksistensi Batik Rifaiyah Batang

BACA JUGA: Dari Batik hingga Bah Zing Zong, Pemburu Sejarah Bogor Jelajahi Pekalongan

“Saat orang-orang bilang sepi, saya malah mengerjakan masker,” ujar Nurita belum lama ini.

Keputusan itu lahir dari tumpukan kain batik reject. Ada pula sisa produksi yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Kain-kain itu tidak dibuang.

Nurita justru mengubahnya menjadi masker batik premium.

Awalnya produk tersebut hanya dibuat dalam jumlah kecil. Namun respons pasar ternyata di luar dugaan. Masker batik buatannya cepat diminati konsumen.

BACA JUGA: Resmikan Galeri Kampung Batik, Wali Kota Semarang Temukan Buku Sejarah Batik Abad ke-19

BACA JUGA: Success Story UMKM Binaan BI Tegal, Batik Metaflora Pekalongan inovasi dari Canting ke AI

Bukan hanya karena fungsinya. Namun juga karena desainnya terlihat elegan dan berbeda.

Nurita menggunakan kain pilihan dengan motif menarik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait