BATANG, diswayjateng.com — Proyek tanggul laut atau giant seawall di Kabupaten Batang mulai disiapkan untuk mengatasi banjir rob yang kian meluas.
Proyek giant seawall Batang ditargetkan menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan pesisir yang rawan terdampak rob.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyebut pemerintah telah berkomitmen dengan Badan Otorita Pengelola Pantura.
Dalam tiga bulan ke depan, tahapan awal seperti survei dan perencanaan teknis akan dimulai.
BACA JUGA: HUT ke-60 Batang, Bupati Faiz Siapkan Ruang Investasi dan Infrastruktur di Wilayah Timur
BACA JUGA: HUT ke- 60 Batang, Ketua DPRD Dorong Percepatan Pembangunan Wilayah Timur
“Proses survei dan perencanaan dimulai tahun ini, insyaallah proyek fisiknya mulai tahun depan,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
Langkah awal penanganan rob akan difokuskan pada normalisasi sungai. Sedimentasi di sungai-sungai yang bermuara ke laut akan disedot secara besar-besaran.
Material sedimentasi tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan dasar tanggul. Selain itu, pemerintah juga akan menggunakan material tambahan dari limbah industri.
BACA JUGA: Proyek Beton Jalan Nasional Batang–Pekalongan Capai 15 Persen, Akhir April Capai 4,5 Km
BACA JUGA: DPR RI: Tanggul Laut Pekalongan–Batang Barat Masuk Peta Awal Proyek Nasional
Material seperti fly ash dan bottom ash yang dikelola Perusda akan diolah menjadi struktur tanggul. Konsep ini dinilai lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.
Tak hanya sebagai penahan rob, tanggul laut ini juga diusulkan memiliki fungsi ganda. Pemerintah mengusulkan agar tanggul sekaligus menjadi jalur jalan lingkar.
Namun realisasi fungsi tersebut masih dalam tahap pembahasan. Lokasi pembangunan tanggul akan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah.
Sebagian akan dibangun di bibir pantai, sementara lainnya berada sekitar satu kilometer dari garis pantai. Desain ini mempertimbangkan kebutuhan aliran air di kawasan tertentu.