Wilayah yang masih membutuhkan sirkulasi air akan menggunakan sistem tanggul terbuka. Sementara wilayah lain akan menggunakan tanggul tertutup penuh.
Empat desa menjadi prioritas utama penanganan rob di Batang. Desa tersebut yakni Denasri Kulon, Denasri Wetan, Karangasem Utara, Klidang Lor, dan Kasepuhan.
Kawasan tersebut dinilai paling rentan terhadap dampak banjir rob. Selain tanggul, pemerintah juga menyoroti potensi galangan kapal lokal.
Industri galangan kapal di Batang dinilai memiliki kapasitas besar. Kemampuan produksi kapal mencapai 30 hingga 50 gross ton.
Potensi tersebut akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan pesisir. Pemerintah ingin memastikan pembangunan tidak berjalan secara terpisah.
“Jangan sampai pembangunan ini berjalan sepotong-sepotong, semua harus terintegrasi,” tegas Faiz.
Untuk tahap awal, pembangunan tanggul difokuskan di wilayah Batang Barat. Panjang proyek diperkirakan mencapai 5 hingga 10 kilometer.
Proyek ini diharapkan menjadi langkah awal perlindungan kawasan pesisir Batang dari ancaman rob jangka panjang.