“Biasanya habis panen langsung olah tanah lagi. Tapi sekarang air tidak ada. Kami cuma bisa menunggu, tapi sampai kapan?” ujarnya lirih.
Dari hasil peninjauan, diketahui bendung tersebut jebol akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu. Kerusakan cukup parah hingga membuat aliran air tak bisa lagi dialirkan ke jaringan irigasi utama.
BACA JUGA:Pedagang Pasar Margasari Teriak Satu Atap! DPRD Kabupaten Tegal Siap Memperjuangkan
Wasbun menegaskan, pihaknya akan mendorong langkah cepat dari pemerintah daerah agar perbaikan segera dilakukan.
“Kami tidak ingin petani terlalu lama menunggu. Ini harus jadi prioritas. Koordinasi dengan dinas terkait sudah kami lakukan, dan kami akan kawal sampai ada solusi nyata,” tandasnya.
Ia juga meminta dinas teknis segera menyusun langkah darurat, termasuk kemungkinan pemasangan penahan sementara agar aliran air bisa kembali mengalir ke sawah warga.
"Harus secepatnya ditangani," tegasnya. (AdV)