Janji Manis Normalisasi Tak Terealisasi, Petani Jono

Senin 06-04-2026,12:25 WIB
Reporter : Mukhtarul Hafidh
Editor : Laela Nurchayati

SRAGEN, diswayjateng.com – Petani di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen tampaknya sudah berada di titik puncak kesabaran. Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen untuk melakukan normalisasi saluran irigasi rute Karanganom, Jono, Gawan yang sempat digembar-gemborkan, hingga kini hanya menjadi "catatan di atas kertas".

Imbasnya fatal bagi petani. Pada musim tanam kali ini, para petani dipaksa menelan pil pahit. Mereka harus melakukan dua kali percobaan tanam lantaran benih yang baru disebar langsung ludes terendam luapan air.

Alih-alih meraup untung, para petani justru sudah merugi tenaga dan benih, bahkan sebelum proses bertani benar-benar dimulai.

Mereka menagih bukti, bukan sekadar survei dan janji-janji yang hanyut bersama air luapan irigasi.

BACA JUGA: Bulog Soloraya Kejar Target 93.750 Ton di Puncak Panen

BACA JUGA: Misteri Petani Kandangserang yang Hilang Terpecahkan, Ditemukan Lemas Tak Berbusana 7 KM dari Lokasi Awal

Puncaknya terjadi pada Minggu (5/4) siang. Lantaran tak tahan melihat sawahnya terus tergenang, warga Desa Jono akhirnya mengambil tindakan nekat.

Mereka membongkar paksa sebagian akses saluran air yang tertutup di perbatasan Desa Gawan.

"Aliran air di sebelah selatan perbatasan Gawan kami bagi secara manual. Biar air sebagian masuk ke persawahan Gawan. Warga sudah tidak sabar, maka dibongkar agar aliran terbagi dan genangan di lahan kami cepat surut," tegas Sukardi, perwakilan petani Desa Jono dengan nada kecewa.

Sukardi menyayangkan sikap lambat Pemkab Sragen. Pasalnya, janji perbaikan ini bukan sekadar wacana di balik meja kantor.

Bupati Sragen bahkan sudah meninjau langsung lokasi tersebut. Tim konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pun telah melakukan pengukuran lapangan.

"Bupati sudah turun, konsultan DPU juga sudah ukur-ukur untuk hitung anggaran. Tapi kenyataannya? Sampai sekarang nol tindakan," sindirnya.

Senada dengan itu, ketidakpastian ini berbanding terbalik dengan pernyataan resmi DPU Sragen beberapa waktu lalu. Kepala DPU Sragen, Mursid Joko Wiranto, sebelumnya sempat memastikan bahwa langkah mitigasi mulai dari pemetaan elevasi hingga analisis titik krusial penyebab genangan telah rampung.

Kala itu, DPU menjanjikan pengerjaan fisik di lapangan akan dimulai pada Maret lalu. Namun, memasuki pekan pertama April, alat berat maupun tanda-tanda pengerjaan tak kunjung tampak. 

Saluran irigasi Jono-Gawan tetap mampet, menyisakan trauma bagi petani yang setiap hari harus bertaruh dengan cuaca dan buruknya infrastruktur. Warga mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika proses tersebut tak segera menyentuh Saluran Jono.

Kategori :