IIDI Gandeng GOW Pemalang Gelar Talkshow Profesionalisme SDM Dalam Pendidikan Iklusi
TALKSHOW - Acara talkshow Profesionalisme SDM Dalam Pendidikan Iklusi yang diselenggarakan oleh IIDI bersama GOW Pemalang.--
PEMALANG, diswayjateng.id - Ikatan Istri Doker Indonesia (IIDI) Cabang Pemalang bekerjasama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pemalang menggelar Acara Talkshow di Gedung Sasana Bakti Praja, kemarin. Acara talkshow dengan tema Profesionalisme SDM dalam pendidikan iklusi, tantangan dan strategi ini, dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.
Sebagai narasumber dalam acara talkshow ini, mengundang Dr. Drs. Supaat, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, dr. Udi Pranata, Sp.N, FINA, Lusi Yuwono selaku Pimpinan Yayasan Kasih Ibu Abadi. Sedangkan sebagai moderatornya dr. Erna Nur Aini, M. Hlth. Sc.
Hadir Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PPK) Kabupaten Pemalang dr. Noor Faizah Maenofie sekaligus sebagai Penasehat GOW dan Ketua GOW Kabupaten Pemalang Titin Suwastiningsih Subari, M.Ed, Ph.D beserta ketua bidang pendidikan dan bidang kesehatan.
Ketua IIDI Cabang Pemalang Lulu Damayanti dalam laporannya menyampaikan bahwa pendidikan itu adalah hak setiap anak tanpa terkecuali. Setiap anak dengan segala keunikannya mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
Oleh karena itu sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah, terbuka dan mendukung bagi semua peserta didik termasuk anak berkebutuhan khusus.
Dalam mewujudkan sekolah inklusi, tentunya dibutuhkan berbagai kesiapan.
Mulai dari peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana yang aksesibel, hingga membangu budaya sekolah yang menghargai keberagaman.
"Disamping pentingnya kerjasama orang tua dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," katanya.
Melalui talkshow ini, pihaknya berharap dapat memperoleh wawasan, berbagi pengalaman, serta menemukan solusi bersama terkait langkah-langkah konkrit yang perlu dilakukan sekolah agar benar-benar siap menjadi sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus.
Lulu Damayanti menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, narasumber dan tamu undangan, yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara talkshow ini yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi semua pihak.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia yaitu pengurus IIDI Cabang Pemalang yang telah bekerja keras untuk suksesnya acara talkshow tersebut.
Ketua TP-PKK Kabupaten Pemalang dr Noor Faizah Maenofie menyampaikan acara talkshow dengan mengangkat tema profesionalisme SDM dalam pendidikan inklusi, tantangan dan strategi itu, sangatlah relevan.
Karena untuk mewujudkan pendidikan inklusi bukan sekadar menyediakan sarana fisik seperti ramp atau kursi roda, melainkan tentang kesiapan mental, empati dan kompetensi sumber daya manusia di dalamnya.
"Kita harus jujur bahwa tantangan dalam pendidikan inklusi masih sangat nyata. Seperti keterbatasan kompetensi khusus. Yaitu tidak semua guru memiliki latar belakang pendidikan luar biasa. Sehingga sering kali muncul keraguan dalam menangani keberagaman potensi siswa di satu ruang kelas," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
