Ke depan, sistem pelayanan rumah sakit juga akan berbasis kompetensi layanan, bukan sekadar klasifikasi tipe. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Namun, di balik penguatan layanan kuratif, RSUD dr Soeselo menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif. Edukasi tentang pola hidup sehat menjadi kunci utama untuk menekan laju kasus.
“Perlu kerja sama semua pihak, termasuk dinas kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan lainnya. Ini tidak bisa hanya ditangani rumah sakit,” tegas Guntur.
Menariknya, di era digital saat ini, pendekatan edukasi juga mulai beradaptasi. RSUD dr Soeselo menggandeng kreator konten lokal, Toha Laka-Laka, untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang lebih ringan dan mudah diterima masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda, agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Lonjakan kasus KJSU (kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi) bukan sekadar angka statistik. Tapi cerminan gaya hidup yang perlu segera diperbaiki.