Transformasi Kualitas Pembelajaran melalui “Gema Kompak Mangkukupat” di SDN Mangkukusuman 4

Transformasi Kualitas Pembelajaran melalui “Gema Kompak Mangkukupat” di SDN Mangkukusuman 4

Lisa Andriani, SPd, MPd--

Oleh: Lisa Andriani, SPd, MPd

Kepala SDN Mangkukusuman 4 Kota Tegal

 

PENINGKATAN mutu pembelajaran senantiasa menjadi agenda mendesak yang memerlukan perhatian serius dalam dinamika dunia pendidikan kita. Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan sebuah ekosistem kompleks yang melibatkan interaksi pedagogis, psikologis, dan manajerial. Namun, realitas di lapangan sering kali menunjukkan fluktuasi yang mengkhawatirkan.

 

Berdasarkan data objektif dari Rapor Pendidikan tahun 2024, sebuah fakta mengejutkan muncul di SD Negeri Mangkukusuman 4 Kota Tegal. Institusi ini mencatatkan penurunan kualitas pembelajaran yang cukup signifikan, yakni sebesar 7,57 poin. Angka tersebut merosot dari posisi 64,25 pada tahun 2023 menjadi 56,68 di tahun berikutnya.

 

Penurunan ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan sebuah sinyal kuat atau "alarm" yang menunjukkan adanya disfungsi dalam manajemen kelas, kurangnya dukungan psikologis terhadap siswa, serta minimnya budaya refleksi dan pengembangan profesionalisme guru di lingkungan sekolah.

 

Evaluasi pembelajaran yang dilakukan selama ini sering kali terjebak dalam pusaran formalitas administratif. Fokus utama pendidik cenderung terserap pada pemenuhan dokumen-dokumen birokratis demi menggugurkan kewajiban, sehingga esensi dari perbaikan kualitas pengajaran di kelas justru terabaikan.

 

Lebih lanjut, ditemukan kecenderungan di mana guru bekerja secara individual (siloisasi). Budaya kolaboratif untuk saling berbagi praktik baik (best practices) masih menjadi "barang mewah" yang sulit ditemukan. Guru merasa sungkan untuk dikritik atau merasa tidak perlu membagikan keberhasilannya kepada rekan sejawat.

 

Padahal, tantangan di era Kurikulum Merdeka menuntut fleksibilitas dan adaptasi yang tinggi. Tanpa adanya ruang untuk berefleksi bersama, stagnansi kompetensi menjadi konsekuensi yang tidak terelakkan.

 

Menjawab tantangan yang krusial tersebut, Lisa Andriani, SPd, MPd, selaku Kepala SDN Mangkukusuman 4, menginisiasi sebuah langkah strategis yang inovatif bertajuk “Gema Kompak Mangkukupat”. Inovasi ini merupakan akronim dari Gerakan Transformasi Evaluasi Mutu Pembelajaran Melalui Komunitas Pembelajar Aktif Kolaboratif dan Manajemen Pembelajaran Terarah.

 

Lahirnya gerakan ini berlandaskan pada filosofi bahwa sekolah harus menjadi organisasi pembelajar (learning organization). Dinamika Kurikulum Merdeka menuntut pendidik untuk lebih adaptif, reflektif, dan berpusat pada murid.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: