Namun korban tetap memaksa melintas meski sudah dipanggil berulang kali.
“Sudah saya tutup, sudah saya panggil, tapi tetap diterobos,” ujarnya.
Ia menyebut kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di lokasi tersebut karena masih banyak pengendara yang nekat melanggar.
“Di sini sering ada yang menerobos,” tambahnya.
Dari sisi operasional, PT KAI Daop 4 Semarang mencatat kejadian ini sebagai insiden temperan di Km 82+7/8 jalur hilir petak Batang–Pekalongan.
Akibat kejadian tersebut, KA Sembrani Tambahan sempat berhenti luar biasa (BLB) selama tiga menit untuk pemeriksaan kondisi sarana.
Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 10.15 WIB.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.
“Sebelum kejadian, masinis sudah berulang kali membunyikan peringatan melalui seruling lokomotif agar pengendara menjauh,” ujarnya.
Pihak KAI menegaskan akan terus menggencarkan edukasi keselamatan sebagai langkah preventif menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bahwa satu detik kelalaian di perlintasan kereta api dapat berujung kehilangan nyawa.