Batalyon Abhirawa Sakti akan berdiri di lahan Perhutani seluas 51 hektare di Desa Sigayam, Kecamatan Wonotunggal.
Sementara Satria Alas Roban direncanakan dibangun di wilayah Tulis atau Banyuputih.
Pemilihan lokasi mempertimbangkan faktor keamanan dan keberlanjutan.
Risiko rob di wilayah pesisir menjadi salah satu pertimbangan utama.
“Kita pikirkan juga akses pendidikan dan kesehatan bagi keluarga prajurit,” jelas Dandim.
Yang membedakan YonTP dengan satuan lain adalah konsep kemandirian logistik.
Batalyon ini dirancang mampu bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya sekitar.
Struktur satuan tidak hanya terdiri dari Kompi Senapan.
Terdapat pula Kompi Pertanian, Peternakan, Konstruksi, hingga Kesehatan.
Knsep ini memungkinkan prajurit tetap bertahan meski suplai logistik terputus.
“Harapannya saat ditugaskan, mereka bisa survive dengan kondisi alam sekitar,” tegasnya.
Selain aspek pertahanan, dampak ekonomi juga menjadi perhatian utama.
Kehadiran sekitar 1.000 personel TNI per Batalyon diprediksi akan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Proses rekrutmen direncanakan dimulai pertengahan tahun ini.
Sementara pembangunan fisik telah berjalan sejak awal tahun 2026.
Pengisian awal diperkirakan mencapai 600 hingga 800 personel.