Sego Kethek Diperebutkan Warga dalam Tradisi Sesaji Rewanda di Semarang 

Sabtu 28-03-2026,23:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Wawan Setiawan

 

Sementara itu, Ketua Pengelola Desa Wisata Kandri, Saiful Ansori, menjelaskan bahwa sego kethek merupakan bagian dari tradisi berbagi dalam Sesaji Rewanda. Tidak hanya diperuntukkan bagi kera di kawasan Gua Kreo, sajian tersebut juga dibagikan kepada masyarakat. 

 

“Sego kethek itu bentuk sedekah warga. Jadi kita tidak hanya berbagi dengan kera, tapi juga dengan masyarakat yang hadir di acara ini,” kata Saiful. 

 

Dijelaskan, sego kethek merupakan kuliner khas Kampung Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati. Sajian ini dibungkus daun jati dengan beragam isian seperti nasi, telur, tempe, oseng daun pepaya, singkong, hingga ikan teri. 

 

Penamaan sego kethek sendiri disebut telah digunakan sejak sekitar tahun 2012. Nama tersebut diusulkan untuk memberi identitas pada sajian warga yang sebelumnya belum memiliki sebutan khusus. 

 

“Dulu belum ada namanya, kemudian diusulkan jadi sego kethek karena di sini identik dengan kera,” jelasnya. 

 

Lebih lanjut, Saiful mengakui adanya kepercayaan masyarakat terkait keberkahan dari sego kethek. Namun, ia mengingatkan agar keyakinan tersebut tidak disikapi secara berlebihan. 

 

“Ada yang merasa usahanya lancar atau mendapat keberkahan setelah makan. Tapi itu jangan dipercaya terlalu dalam,” ujarnya. 

 

Menurutnya, cerita yang berkembang di masyarakat lebih dimaknai sebagai bagian dari kearifan lokal yang memperkuat keberlangsungan tradisi. Nilai utama dari sego kethek, lanjutnya, terletak pada semangat berbagi dalam tradisi Sesaji Rewanda.(sul)

Kategori :