Tenang! Layanan Derek di Tol Saat Mudik Gratis Terbatas, Ini Ketentuannya

Rabu 25-03-2026,08:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Laela Nurchayati

SEMARANG, Diswayjateng.com — Di tengah arus padat perjalanan di ruas Tol saat arus mudik dan balik lebaran sebuah layanan yang sering luput dari perhatian justru telah menjadi penyelamat bagi banyak pengendara. Layanan towing Jasa Marga diketahui telah disiapkan untuk membantu kendaraan bermasalah, terutama saat momentum mudik berlangsung. 

Keberadaan layanan ini tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga telah dirancang untuk memastikan kelancaran lalu lintas tetap terjaga. Kendaraan yang mengalami kendala teknis di jalan tol akan segera ditangani dan dipindahkan dari titik rawan. 

Namun demikian, mekanisme layanan tersebut tidak sepenuhnya dipahami oleh pengguna jalan. Banyak yang mengira kendaraan dapat langsung diantar hingga tujuan akhir tanpa batasan tertentu.

Layanan Gratis hingga Exit Tol, Aturan Resmi Diterapkan

Dalam praktiknya, layanan towing Jasa Marga diberikan secara gratis, namun hanya sampai pintu keluar tol terdekat. Kebijakan ini telah ditetapkan sebagai standar operasional demi menjaga efisiensi layanan. 

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu petugas towing Jasa Marga, Ahyanto. Ia menegaskan bahwa batas layanan gratis telah ditentukan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kita melayani gratis hingga keluar tol terdekat, jadi kalau di rest area Salatiga hanya bisa melayani sampai gerbang tol Salatiga,” jelas Ahyanto, Selasa 23 Maret 2026.

Dengan sistem tersebut, kendaraan yang mengalami kerusakan akan segera dievakuasi dari jalur utama untuk menghindari kemacetan maupun risiko kecelakaan.

Opsi Tambahan ke Bengkel Terdekat, Tarif Dikenakan

Meski layanan dasar diberikan secara cuma-cuma, fleksibilitas tetap disediakan bagi pengguna jalan. Permintaan untuk pengantaran hingga bengkel terdekat dapat dipenuhi, namun biaya tambahan akan dikenakan.

Tarif yang diberlakukan telah ditentukan sebesar Rp 8.000 per kilometer. Perhitungan jarak akan dimulai setelah kendaraan keluar dari gerbang tol.

“Karena ini mintanya sampai Ungaran jadi kita putar balik dari gerbang tol Salatiga dan baru dihitung Rp 8.000 per kilometer. Itupun ada jarak maksimalnya, selebihnya kami tidak bisa,” ungkap Ahyanto.

Kebijakan ini disebut telah diterapkan untuk memberikan kejelasan bagi pengguna sekaligus menjaga standar pelayanan tetap optimal.

Pengendara Disarankan ke Bengkel Terdekat, Bukan ke Rumah

Dalam banyak kasus, permintaan pengantaran hingga rumah sering kali diajukan oleh pemilik kendaraan. Namun hal tersebut tidak selalu dapat dipenuhi karena keterbatasan jangkauan layanan.

Sebagai solusi, pengendara biasanya disarankan untuk menuju bengkel terdekat dari exit tol. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mempercepat penanganan kendaraan.

“Biasanya hanya sampai exit tol saja, namun kebanyakan pengendara menginginkan sampai rumah, karena keterbatasan jarak kita saranin sampai bengkel terdekat saja,” tambahnya.

Rekomendasi tersebut diberikan sebagai bentuk tanggung jawab petugas dalam memastikan kendaraan dapat segera diperbaiki.

Kisah Diana: Radiator Meledak di Tengah Perjalanan

Kategori :