Bos Djarum Kudus Berpulang, Como 1907: Kami Kehilangan Sosok Berharga Penyelamat Tim

Selasa 24-03-2026,07:27 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Laela Nurchayati

Peristiwa bersejarah itu terjadi saat Como 1907 yang kala itu masih terpuruk di Serie D. Di bawah kepemilikan pengusaha asal Kudus, Como melejit dan menjelma menjadi kuda hitam Serie A.

Duet kompak bersama saudaranya, Robert Hartono, Michael Bambang Hartono diklaim sebagai pemilik klub terkaya di Italia. 

Bahkan laporan yang dirilis Forbes pada tahun 2022 mencatat, duo Hartono bisa mendulang 4 juta Euro per jam. Pundi pundi cuan itu jauh melampaui pemilik klub lain seperti Silvio Berlusconi (Monza) hingga Dan Friedkin (AS Roma).

Kehadiran Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono, menjadi malaikat penyelamat bagi Como 1907 yang saat itu berada di ambang kebangkrutan. 

Selama kurun waktu lima tahun, Como 1907 gemilang naik kasta dari Serie D hingga promosi ke Serie A pada musim 2024/2025. 

Bahkan pada musim 2025/2026, performa Como sukses menghuni papan atas klasemen. Klub milik Hartono bersaudara ini berpeluang menembus zona Liga Champions Eropa.

Di sisi lain, Senior Manager Public Affairs PT Djarum, Purwono Nugroho menyampaikan, acara penghormatan atau doa kepada jenazah Chairman PT Djarum Michael Bambang Hartono dibuka untuk umum. 

"Silakan untuk masyarakat, karyawan dan tamu relasi diperbolehkan untuk menyampaikan doa atau penghormatan terakhir," ujar Purwono. 

Purwono menjelaskan, jenazah disemayamkan pada 22 Maret 2026 hingga 24 Maret 2026 di GOR Djarum Jati Kudus. Selanjutnya serangkaian prosesi acara pemakaman bakal digelar. 

Pada 24 Maret 2026 diselenggarakan misa malam di GOR Djarum Jati Kudus pada pukul 18.00 WIB. Agenda dilanjutkan dengan misa pelepasan pada 25 Maret 2026 pukul 08.00 WIB

Rencananya, jenazah diberangkatkan dari GOR Djarum Jati pada 25 Maret 2026 pukul 09.00 WIB.

Sedangkan acara pemakaman dilaksanakan pada 25 Maret 2026 pukul 10.40 WIB di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. 

Di lokasi pemakaman pribadi keluarga, dilanjutkan prosesi pemakaman pada pukul 11.00 WIB.

Menurut Purwono, Bambang Hartono selama ini lebih banyak menyelesaikan pekerjaan di Jakarta. Sebagai seorang pemimpin, almarhum juga dikenal dekat dengan karyawan.

"Beliau memang pribadi yang sederhana dan dekat dengan karyawan," pungkasnya. 

 

Kategori :