SEMARANG, diswayjateng.id — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang memastikan makanan takjil yang dijual selama Ramadan di sejumlah titik di Kota Semarang aman untuk dikonsumsi masyarakat. Hasil pengawasan menunjukkan seluruh sampel makanan yang diperiksa tidak mengandung bahan berbahaya.
Kepala BBPOM Semarang, Rustyawati, mengatakan pihaknya telah melakukan pengujian terhadap 136 sampel makanan yang diambil dari berbagai sentra penjualan takjil sejak awal Ramadan hingga memasuki minggu ketiga.
“Dari empat titik pengawasan yang kami lakukan sejak awal Ramadan sampai minggu ketiga, kami telah mengambil 136 sampel makanan. Alhamdulillah hasilnya 100 persen aman untuk dikonsumsi,” ujarnya usai melakukan pemantauan takjil di kawasan Tlogosari, Semarang, Kamis 13 Maret 2026.
Pengawasan tersebut dilakukan di sejumlah lokasi penjualan makanan berbuka puasa, termasuk kawasan kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat. Sampel yang diambil terdiri dari berbagai jenis makanan siap saji yang umum dijual sebagai menu berbuka.
Rustyawati menjelaskan, dari total sampel yang diuji, sebanyak 104 sampel diperiksa pada kegiatan sebelumnya dan ditambah 32 sampel terbaru dari lokasi pengawasan terbaru.
“Selama Ramadan ini kami sudah menguji 104 sampel dan hari ini ditambah 32 sampel, sehingga totalnya 136 sampel. Semuanya memenuhi syarat keamanan pangan,” jelasnya.
Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dalam memproduksi makanan yang aman bagi konsumen.
“Ini menunjukkan masyarakat dan pelaku usaha sudah mulai sadar untuk memproduksi produk pangan yang aman,” katanya.