Pemkab Tegal Kebut Perbaiki RTLH, Perhatian untuk Marbot dan Guru Ngaji Ikut Menguat

Kamis 05-03-2026,13:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Laela Nurchayati

SLAWI, diswayjateng.com – Pemerintah Kabupaten Tegal terus mendorong perbaikan kualitas hunian warga berpenghasilan rendah. Tahun 2026, sebanyak 34 unit program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dialokasikan untuk Kecamatan Slawi. Dari jumlah tersebut, sembilan unit berada di Kelurahan Slawi Kulon dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit.

Komitmen itu disampaikan Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat kegiatan Tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Al Ma’ruf, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, program RTLH menjadi salah satu prioritas pembangunan tahun 2026 yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu.

“Rumah adalah kebutuhan dasar. Kami ingin warga tinggal di tempat yang aman dan layak. Program RTLH ini bagian dari ikhtiar kami meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ischak menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan riil warga. Ia berharap, program itu dapat mendorong semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.

Selain sektor perumahan, Pemkab Tegal juga memberikan perhatian pada kesejahteraan para pegiat keagamaan. Sekitar 1.500 marbot masjid akan mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, insentif bagi guru ngaji kurang lebih 9.500 orang ditingkatkan menjadi Rp2 juta per tahun.

“Memang tidak besar, tetapi ini bentuk perhatian kami kepada para pejuang pendidikan agama. Mereka berperan penting membentuk karakter generasi muda,” kata Ischak.

Ia menambahkan, perhatian terhadap marbot dan guru ngaji merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi sosial dan spiritual masyarakat Kabupaten Tegal. Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperhatikan sumber daya manusia dan nilai-nilai keagamaan.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyinggung berbagai bencana yang melanda Kabupaten Tegal dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari banjir bandang hingga peristiwa tanah bergerak di Desa Padasari yang berdampak pada ratusan rumah warga.

“Kami mohon doa dari Bapak Ibu semua. Kabupaten Tegal sedang diberi ujian. Kami bersama jajaran, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan dan membantu warga terdampak,” pungkasnya. 

Kategori :