Pemkab Tegal Dukung Anggaran Geo Membran TPAS, Capai Rp 1 Miliar
TINJAU - Kepala UPTD Pengelolaan Akhir Sampah meninjau TPAS Penujah yang tahun ini akan menggunakan lahan baru berlapis Geomembran.--
SLAWI, diswayjateng.com - Paska terwujudnya perluasan lahan di Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPAS) Penujah, Pemkab Tegal menyediakan anggaran senilai Rp 1 miliar untuk mendukung pengadaan Geomembran di lahan baru tersebut.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mulyanto SH MH melalui kepala UPTD Pengolahan Akhir Sampah, Cholidin menyebut upaya melapisi lahan baru seluas kurang lebih 1,7 hektar dengan Geomembran itu akan direalisasikan tahun ini.
"Pengerjaan dijadwalkan sekitar bulan Juni hingga Juli 2026. Sementara lahan lama nantinya akan difungsikan untuk penghijauan di kawasan TPAS," ujarnya Selasa (7/4).
Cholidin menyebut saat ini produksi sampah warga Kabupaten Tegal setiap harinya yang dikirim ke TPAS Penujah sebanyak kurang lebih 300 ton.
"Harapan kami dengan lahan baru seluas 1, 7 hektar usai dilapisi Geomembran akan ditindak lanjuti dengan penataan lingkungan TPAS," terangnya.
Menurutnya Geomembran adalah lembaran sintetis geosintetik yang memiliki permeabilitas sangat rendah (kedap air/cairan/gas). Material ini berfungsi mencegah kebocoran atau migrasi cairan, seperti limbah berbahaya, air kolam, atau air limbah ke tanah.
"Fungsi utama Geomembran untuk melapisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah guna mencegah pencemaran tanah dan air tanah," ungkapnya.
Dimana material Geomembran terbuat dari polimer sintetis, yang paling populer adalah HDPE (High-Density Polyethylene) karena ketahanan kimia dan UV yang tinggi.
"Karakteristiknya felsibel, tahan bahan kimia, tahan suhu ekstrem, dan kuat, menjadikannya ideal untuk berbagai kebutuhan konstruksi pelapisan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
