SLAWI, diswayjateng.com - Diduga menjadi korban penganiayaan, Kepala Desa Brekat mendatangi Polres Tegal untuk mengadukan apa yang baru saja menimpanya.
Kades Brekat Sabar (36) yang juga warga Desa Brekat RT 07/RW 01 Kecamatan Tarub dalam laporannya menyatakan dirinya sempat ditendang bagian paha sebelah kiri dan didorong sehingga dirinya terjatuh.
"Sebelumnya pada hari Senin (2/3) sekitar pukul 09.40 WIB saya hendak keluar dari balai desa unrtuk menghadiri undangan dari Dinas Permades. Dan pada saat saya mau keluar balai desa, saya bertemu dengan segerombolan warga Desa Brekat dan masyarakat desa lainnya yang menutupi gerbang balai desa," ujarnya Selasa (3/2). Mereka berteriak meminta kades turun dari dalam mobil.
Dirinya pun sempat turun dari kendaraan dan menemui warga desa tersebut di teras balai desa. "Mereka sempat menyampaikan keluhan terkait penanganan sampah yang terjadi di Desa Brekat. Saya sempat menyampaikan untuk pemberian informasi terkait penanganan sampah menunggu kedatangan personel Bhabinkabtimas dan Babinsa. Namun segerombolan warga tersebut tidak mau menunggu dan langsung membuat keributan," terangnya.
Menurutnya, untuk masalah sampah, ada salah satu warga yang menanyakan penanganan sampah Desa Brekat dengan mengajak teman-teman. Kades juga sudah memberikan keterangan untuk penanganan sampah yang selama 2 tahun terakhir dilakukan oleh masing-masing RT dan RW sudah menyerah.
"Hal ini karena sudah tidak bisa lagi membuang sampah di TPA karena membludak. Dan selanjutnya di serahkan kepala desa untuk ditangani per Frebuari 2026," ungkapnya.
Lantaran tidak ada biaya untuk mengangkut sampah truk, atas dasar itulah iuran sampah desa dinaikan menjadi Rp 20.000 dari Rp 12.000.
Dari masalah itu ada salah satu warga yang tidak puas karena sampahnya terbengkalai dan proses angkutnya lama Disaat bersamaan salah satu warga ada yang mengajaknya untuk berkelahi.
"Disana ada salah satu warga melakukan pendorongan dan menendang paha sebelah kiri saya. Akibat tendangan dan dorongan tersebut saya terjatuh dalam kondisi memar. Dan setelah saya terjatuh perangkat desa yang lain berusaha untuk melerai keributan tersebut," tegasnya.